RUMAH ALLAH BAPA – BATU YANG HIDUP

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 3 Oktober 2021

Pembacaan Alkitab : 1 Petrus 2:1-10

Dalam Kerajaan Allah hidup kita telah dirancangkan oleh Tuhan sendiri. Dia melukis kita di telapak tangan-Nya (Yesaya 49:16), dan menulis kita di buku kehidupan-Nya (Mazmur 139:16).

Kita dilahirkan bukan untuk melakukan kejahatan, tetapi untuk melakukan kehendak Allah Bapa. Tuhan ingin kita tidak selamanya menjadi bayi rohani, tetapi menjadi pribadi yang terus bertumbuh secara rohani.

1 Petrus 2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

1.Kita dipilih oleh Tuhan menjadi batu yang hidup.

Banyak orang yang mengira bahwa mereka yang telah memilih Tuhan, tetapi kebenaran firman Tuhan menyatakan bahwa Tuhan yang telah memilih kita (Yohanes 15:16). Ada banyak kontes atau perlombaan untuk memilih yang terbaik, tetapi kabar baiknya kita adalah yang terbaik di mata Tuhan karena kita dipilih oleh Tuhan.

Matius 13:44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Kita adalah ladang-Nya Tuhan dan bangunan-Nya Tuhan. 1 Korintus 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah

Kita dipilih dan dipanggil oleh Tuhan sendiri. Kita dipegang dengan tangan kanan Allah yang memberikan kemenangan. Kita ditulis di tepalak tangan-Nya Tuhan. Oleh sebab itu, kita tidak boleh lemah, letih, lesu, putus asa, karena kita ada di dalam genggaman tangan Tuhan dan meletakkan kita di rumah rohani-Nya.

Matius 13:45-46 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

 

Kita sangat mulia dan berharga di mata Tuhan (Yesaya 43:4). Kita telah dipilih, diangkat dari gelap kepada terang. Kita adalah mutiara Tuhan yang berharga, mulia, dan indah. Tuhan memilih kita sebelum dunia dijadikan untuk menjadi kudus, mulia dan tak bercacat di hadapan-Nya (Efefsus 1:4-5).

Filipi 2:6-8, Tuhan Yesus menyerahkan hak kesetaraannya dengan Allah Bapa di surga dan merendahkan diri-Nya menjadi hamba dengan dilahirkan di bumi sebagai manusia. Sebagai manusia di bumi, Tuhan Yesus sepenuhnya bersandar kepada perlindungan orang tuanya dan Allah Bapa. Tuhan Yesus menyerahkan segalanya bagi kita karena kita mulia dan berharga. Kita adalah permata, mutiara dan batu hidup yang Tuhan cari di bumi ini (Keluaran 19:5).

Kita berharga pada waktu Tuhan mengambil kita dari kegelapan. Jika Tuhan tidak mengambil kita dari kegelapan, maka kita tetap di dalam kegelapan.

Matius 13:45, Tuhan senantiasa mencari, Dia mencari harta yang terpendam, mencari anak domba yang hilang (Lukas 15:1-7), mencari koin/dirham berharga yang hilang (Lukas 15:8-10). Tuhan mencari kita karena kita adalah permata yang indah.

Jangan ada satupun di antara kita yang mengatakan bahwa saya tidak berharga, karena kebenaran firman Tuhan menyatakan bahwa kita berharga dan mulia di hadapan Tuhan sebab kita sudah dibawa keluar dari kegelapan kepada terang Tuhan.

Siapa yang menentukan kita berharga? Yang menentukan adalah Tuhan. Hidup kita tidak ditentukan oleh apa kata orang tentang kita, oleh apa yang kita miliki. Hidup kita ditentukan oleh Tuhan.

2. Kita diambil untuk menjadi rumah rohani

Setiap bagian hidup kita itu mulia dan berharga. Yang utama adalah kita harus masuk ke dalam rumah rohani-Nya Tuhan.

Rumah rohani tidak hanya berbicara gedung. Segala sesuatu yang terlihat oleh mata kita masih bersifat jasmani dan sewaktu-waktu akan lenyap. Rumah rohani tidak bisa lenyap, tetapi kekal selama-lamanya karena Tuhan sendiri yang membuatnya.

Kita di bawa Tuhan masuk ke dalam rumah rohani. Pada waktu kita ditempatkan di rumah rohani, maka kita harus berada disana dan jangan pergi meninggalkannya. Pada waktu di rumah rohani, Tuhan akan membentuk kita sesuai dengan rencana-Nya. Tuhan akan mengikis semua bagian yang tidak benar dari hidup kita dan membuang semua yang tidak perlu dalam hidup kita. Hal ini akan terus berlangsung selama kita hidup di dunia.

Kita diambil dari gelap kepada terang untuk menjadi rumah rohaninya Tuhan. 1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Proses rumah rohani berapa lama? selama hidup kita (Roma 8:28-30).

Ayat 28, Tuhan turut bekerja dalam hdup kita untuk membuang semua yang tidak benar dan tidak perlu dari hidup kita agar kita menjadi serupa dengan Tuhan.

Ayat 29, Kita dipilih oleh Tuhan, oleh sebab itu jangan ragu akan pilihan Tuhan, jangan ragu jika kita dipercayakan untuk melayani Tuhan.

Ayat 30, Kita masing-masing dipanggil oleh Tuhan, baik itu melalui keluarga, teman, dll. Akan tiba waktunya kita semua akan dipermuliakan oleh Tuhan. Sebagian dari kita masih ada dalam proses “dibenarkannya”. Tuhan Yesus membenarkan dan menyucikan kita dengan darah-Nya yang kudus. Setiap hari kita masih dibentuk sampai semua yang tidak benar dibuang dari hidup kita. Setiap kita dibentuk sampai tepat sesuai dengan rancangan Tuhan.

Jika kita ada sampai hari ini dan melewati berbagai pembentukan dari Tuhan, maka kita harus senantiasa bersukacita dan mengucap syukur dalam segala hal. Yakobus 1:1:2-4, Kita harus bersukacita apabila kita jatuh dalam pelbagai pencobaan karena Tuhan sedang memproses dan membentuk hidup kita untuk menjadi rumah rohani-Nya Tuhan.

Wahyu 21:2 Tuhan mempunyai Yerusalem baru yang turun dari surga. Yang dimaksud dengan Yerusalem adalah kita, kota Allah sendiri, bangunannya Tuhan sendiri, rumah-Nya Tuhan sendiri. 1 Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

3. Membangun hidup kita di atas dasar yang kuat yaitu Tuhan Yesus.

Sebuah permata akan kelihatan luar biasa jika ada sebuah sinar yang menerangi. Tuhan Yesus berada di tengah umat-Nya menjadi sinar kemulian sehingga kita menjadi batu-batu yang hidup dan bersinar. Tanpa Tuhan Yesus tidak ada kemuliaan yang terpancar dari hidup kita, dan kita menjadi orang biasa saja. Tetapi bersama dengan Tuhan Yesus dan dipenuhi oleh Roh Kudus, maka hidup kita akan menjadi bersinar, luar biasa, indah dan mulia dalam pandangan Tuhan.

Kita harus senantiasa mengikuti dan taat terhadap proses yang sedang Tuhan kerjakan di dalam hidup kita. Kita tidak boleh menyerah di tengah jalan dan berkata saya tidak mampu, dan sepertinya mustahil untuk terjadi. Kita harus percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan bagi orang yang percaya kepada Tuhan (Lukas 1:37; Markus 9:23).

Tuhan sedang memproses hidup kita. Tuhan sedang meletakkan hidup kita ke dalam suatu bangunan yang luar biasa. Hidup kita dibangun oleh Tuhan sendiri.

1 Petrus 2:7, Tuhan Yesus menjadi batu penjuru artinya Dia menjadi dasarnya dan yang terutama. Kita bergerak dan berjalan di atas Dia dan di dalam Dia (Kisah Para Rasul 17:28). Kita harus membangun hidup kita di atas dasar yang kuat yaitu Tuhan Yesus (Matius 7:24).