RAHASIA BERSUKACITA DIDALAM TUHAN

Ev. Yohanes Oetomo

Ringkasan Khotbah Minggu, 29 Agustus 2021

Pembacaan Alkitab : Filipi 2:5-9

Salah satu gereja yang dihasilkan dari pelayanan rasul Paulus adalah Jemaat Filipi.  Jemaat Filipi dibangun/terbentuk karena rasul Paulus mengikuti iramannya Tuhan, mengikuti pimpinan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 16).

Dalam pelayanannya, Paulus dan Silas senantiasa mengikuti pimpinan Roh Kudus. Mereka senantiasa pergi ke tempat dimana Tuhan memimpin mereka untuk masuk ke tempat tersebut. Kisah Para Rasul 16:6-7 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka..

Kita harus berhati-hati ketika mau bekerjasama dengan orang lain. Kita jangan terburu-buru dalam memutuskan segala sesuatunya. Kita harus memastikan semua yang kita putuskan berasal dari Tuhan, bukan atas kehendak diri kita sendiri.

Peristiwa Lot menjadi pembelajaran bagi kita semua. Pada waktu Lot mau berpisah dengan Abraham, ia memutuskan dan memilih hanya berdasarkan yang terlihat kasat mata, ia memilih tempat yang kelihatan subur dan makmur yaitu lembah Yordan (Kejadian 13:11). Pada akhirnya apa yang menjadi keputusan Lot adalah sebuah keputusan yang salah karena dikemudian hari Tuhan memusnahkan tempat dimana Lot menetap yaitu Sodom dan Gomora (Kejadian 19).

Kisah Para Rasul 16 8-12 (baca), Paulus dan Silas akhirnya tiba di Troas. Di tempat ini pada waktu malam hari Paulus mendapatkan penglihatan tentang seorang Makedonia yang membutuhkan pertolongan. Paulus menyadari bahwa melalui penglihatan yang ia terima, Tuhan memberikan sebuah rencana bagi hidupnya untuk memberitakan Injil keselamatan ke tempat tertentu. Dan akhirnya Paulus sampai di Filipi, kota pertama di bagian Makedonia. Paulus dan Silas pun tinggal di Filipi selama beberapa hari.

Kisah Para Rasul 16-18, Ketika Paulus berada di Filipi, ia bertemu dengan seorang wanita yang mempunyai roh tenung. Karena wanita ini selalu menggangu pelayanan Paulus di Filipi, maka Paulus pun berdoa untuk wanita ini dan melepaskan wanita ini dari roh tenung.

Pada waktu kita mengikuti pimpinan Roh Kudus, maka mujizat akan selalu Tuhan nyatakan dalam setiap pelayanan yang kita laksanakan.

Paulus dan Silas senantiasa menyampaikan kabar keselamatan bagi orang-orang di Filipi. Dampaknya adalah cukup banyak orang-orang di Filipi yang tertarik dan mengikuti ajaran dari Paulus dan Silas. Keadaan inilah yang membuat para penguasa di Filipi akhirnya menangkap dan memenjarakan Paulus dan Silas karena menganggap mereka telah membuat suatu kekacauan. Paulus dan Silas pun akhirnya di penjara (Kisah Para Rasul 16:23-24).

Pada waktu berada di dalam penjara yang letaknya di bagian paling tengah dan kakinya di belenggu, Paulus dan Silas berdoa dan menaikan puji-pujian kepada Tuhan. Saat mereka berdoa dan menaikan puji-pujian, terjadilah gempa bumi yang hebat dan membuat pintu penjara terbuka serta belenggu yang mengikat mereka pun terlepas (Kisah Para Rasul 16:25-26). Efek yang terjadi dari doa dan puji-pujian dari Paulus dan Silas di dalam penjara bukan hanya hal rohani saja tetapi juga secara fisik yaitu terjadi gempa bumi.

Peristiwa yang terjadi di dalam penjara membuat kepala penjara berniat untuk bunuh diri. Akan tetapi Paulus memerintahkan kepada kepala penjara untuk mengurungkan niatnya dan meminta kepada kepala penjara untuk percaya kepada Tuhan Yesus agar ia dan keluarganya diselamatkan (Kisah Para Rasul 16:27-31). Kemudian kepala panjara membawa Paulus dan Silas ke rumahnya. Di rumah kepala penjara, Paulus dan Silas memberitakan Injil keselamatan dan semua orang yang ada di rumah itu pada akhirnya percaya kepada Tuhan Yesus dan dibaptis. Sebagai rasa syukur dan ungkapan sukacitanya, maka kepala penjara pun menghidangkan makanan di rumahnya untuk semua orang yang ada termasuk Paulus dan Silas (Kisah Para Rasul 16:32-34). Dan yang lebih luar biasa lagi adalah para penjabat/pembesar kota yang telah menawan dan memerintahkan agar Paulus dan Silas dipenjara pada akhirnya pun meminta maaf kepada Paulus dan Silas (Kisah Para Rasul 16:39).

Filipi 2:7-10 (baca), Tuhan Yesus rela merendahkan diri-Nya dan menjadi hamba, oleh sebab itu Allah Bapa meninggikan nama-Nya di atas segala nama.

Rahasia bersukacita di dalam Tuhan

1. Kita bersukacita pada waktu kita taat melakukan kehendak Tuhan.

Rasul Paulus menulis kata bersukacitalah sebanyak 16 kali dalam kitab Filipi. Dan yang luar biasanya adalah ajakan untuk bersukacita dilakukan ketika rasul Paulus berada di dalam penjara.

2. Mengikuti keinginan Tuhan dan tidak mengikuti keinginan sendiri/kedagingan.

Arti mengsongkan diri adalah menutupi kemuliaan, mengikuti kendak Allah dan tidak mengikuti kehendak diri sendiri/kedagingan kita.

Sukacita adalah buah Roh (Galatia 5:22). Buah Roh adalah kerjasama antara roh kita dengan Roh Tuhan. Sukacita tidak diberikan tetapi dihasilkan

Pada waktu kita mengikuti keinginan Tuhan, maka sukacita akan menguasai hati kita dan kita tidak tergantung dengan keadaan.

Sukacita karena Tuhan adalah kekuatan dan perlindungan kita. Nehemia 8:11b Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”

Tuhan Yesus menghendaki agar kita tetap bersukacita dalam segala keadaan. Apabila ada masalah dan persoalan, maka kita harus menyerahkannya kepada Tuhan. Apabila ada belenggu yang mengikat kita, maka kita harus berdoa dan berpuasa (Yesaya 58:6-9, 11).

3. Jika kita ingin bersukacita, maka kita harus merendahkan diri

Filipi 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri……..”. Mengosongkan diri artinya bersedia berkorban untuk kebaikan orang lain.

Orang yang merendahkan diri akan ditinggikan. Lukas 14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Segala kuasa di dunia ini ada di tangan Tuhan, oleh sebab itu kita jangan menjadi orang yang sombong pada waktu Tuhan mempercayakan sesuatu kepada kita.

1 Samuel 2:9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa.

Kuasa, kekayaan kejayaan berasal dari Tuhan. Yohanes 19:10-11 Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” Yesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.”

Mazmur 75:6-8 (baca) Kita tidak boleh memegahkan dan meninggikan diri kita sendiri karena setiap peninggian/promosi datangnya dari TUhan.

1 Petrus 5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Lukas 18:14b Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Pelayanan Paulus di Filipi telah membuat banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Segala sesuatu yang diajarkan telah memberkati hidup banyak orang. Tuhan pun memperhitungkan segala sesuatu yang Paulus lakukan dan kerjakan di Filipi. Pada akhirnya Paulus menerima berbagi pemberian (Filipi 4:18-19).

Rahasia bersukacita di dalam Tuhan : memiliki karakter Kristus

  1. Taat melakukan kehendak Bapa
  2. Mengosongkan diri, sedia berkorban untuk kebaikan orang lain
  3. Merendahkan diri, artinya menganggap yang lain lebih utama, bagaimana beratnya memberikan sesuatu yang sedang kita butuhkan kepada orang lain. Ketika kita lapar dan ingin makan, tetapi kita harus memberikan kepada orang lain makanan tersebut. Inilah puasa gaya Yesaya; Berikanlah apa yang kau butuhkan kepada orang lain, berikanlah apa yang berharga bagimu.