PRIBADI YANG BERGAUL DENGAN ALLAH

Ev Yohanes Oetomo

Ringkasan Khotbah Minggu, 18 Juli 2021

Pembacaan Alkitab : Kejadian 6:8-9

Nuh mendapat kasih karunia Tuhan. Melalui hidup bergaul dengan Allah, Allah memberikan anugerah di mana Henokh diangkat ke surga tanpa harus melalui kematian; sedangkan Nuh diselamatkan dari air bah yang menghancurkan dunia. Kisah Henokh dan Nuh membangkitkan iman kita kembali untuk berani hidup bergaul dengan Allah di tengah zaman yang tidak lagi percaya dan takut akan Allah. Kita harus percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan orang yang mengasihi-Nya.

Nuh diselamatkan karena kasih karunia dari Allah. Demikian pun dengan kita, kita diselamatkan karena kasih karunia dari Tuhan Yesus (Efesus 2:8-9).

Pada zaman Nuh itu, kalau orang tidak mau masuk ke dalam bahtera, maka tidak ada jalan lain untuk dapat selamat. Pada waktu banjir itu mulai meninggi, ia mungkin akan mencoba naik pohon, naik atap rumah, naik gunung yang tinggi, dsb, tetapi ia akan tetap mati, karena air bah itu merendam seluruh dunia bahkan gunung yang tertinggi sekalipun (band. Kejadian 7:19-20). Jadi jelas bahwa bahtera itu adalah satu-satunya jalan keselamatan.

Dalam Perjanjian Lama, selain bahtera Nuh, disebutkan juga lambang satu-satunya jalan orang akan diselamatkan, ada yang melalui darah domba dan ular tembaga. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus dengan jelas menyatakan bahwa hanya Dialah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6)

Ada dua macam orang datang kepada Tuhan: yang satu hanya mencari kesembuhan, sedangkan yang kedua mencari kesembuhan dan sang pemberi kesembuhan.

1. Bergaul dengan Allah itu mempunyai hubungan pribadi dengan Allah.

Bergaul dengan Allah artinya mempunyai hubungan secara pribadi, mengenal secara pribadi. Mengenal secara pribadi artinya mengenal suara-Nya, mengenal kehendak-Nya. Mengenal kesukaan-Nya, mengenal kepribadian-Nya

Nuh diberi tahu rencana Allah (baca Kejadian 6:13).

  • Bergaul dengan Allah itu mengerti apa yang diperbuat Allah. Bergaul dengan Allah artinya mengetahui hal-hal yang dari Bapa (baca Yohanes 15:15).
    Bergaul dengan Allah artinya mengenal isi hati dan rencana Allah, mengerti kehendak Allah.
  • Bergaul dengan Allah artinya mengenal rahasia-rahasia kerajaan Allah (Lukas 8:10). Murid murid diberi tahu rahasia kerajaan Allah, mengapa? karena mereka orang yang dekat/intim dengan Allah, mereka sahabat Allah (Matius 9:14-15

Bergaul dengan Allah berarti mempunyai hubungan pribadi dengan Allah. Jika kita bergaul dengan Tuhan, maka Tuhan pun mengenal nama kita (Yohanes 10:3).

Orang yang melayani Tuhan, belum tentu intim dengan Tuhan. Martha terlalu sibuk dengan pelayanan, merasa Maria tidak peduli, dan minta Tuhan Yesus yang menyuruh Maria. Anak sulung itu marah ketika adiknya pulang, dan ayahnya mengadakan pesta, mengapa? karena ia tidak tahu hati bapa-Nya. Orang yang doanya panjang-panjang belum tentu intim dengan Tuhan (Matius 23:14). Orang yang banyak pengetahuan tentang Alkitab belum tentu intim dengan Tuhan Matius 2:5 (mereka tahu tempat Raja dilahirkan, tetapi tidak datang ke Betlehem). Orang yang memuji/menyembah Tuhan belum tentu intim dengan Tuhan (Matius 15:8). 

2. Bergaul dengan Allah itu melakukan apa yang diperintahkan Allah = Sahabat Allah

Kejadian 6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

  • Menjadi sahabatnya Allah

Firman Tuhan yang menyatakan bahwa kita adalah sahabatnya Allah (Yohanes 15:13-14). Untuk menjadi sahabatnya Allah, maka kita harus mengasihi Tuhan lebih dari yang lainnya dan melakukan segala perintah-Nya (Matius 10:37; Yohanes 14:15). Kita harus bersedia memberikan apa saja yang diminta oleh Tuhan Yesus Kristus

Mazmur 25:14TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Tuhan Yesus adalah sahabat kita. Pertanyaannya adalah, apakah kita menjadi sahabatnya Tuhan?

2 Tawarikh 20:7, Abraham disebut sahabat Allah, karena telah terbukti mengasihi Allah lebih dari segalanya, ia tidak segan-segan mengorbankan anaknya yang tunggal yang dikasihinya yaitu Ishak (baca Kejadian 10:12).

  • Bergaul dengan Allah artinya ada cinta kepada Allah

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu (Amsal 17:17).Setiap waktu artinya terus menerus. Yohanes 15 : 13  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Tanpa cinta kita tidak bisa bergaul dengan Tuhan, intim dengan Tuhan, tidak bias menuruti seluruh perintah Tuhan. Yohanes 14:15   “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

3. Bergaul dengan Allah = percaya Allah

Ibrani 11:7 (baca) Alkitab menceritakan bahwa Tuhan dekat dengan orang-orang yang mempercayainya. Semakin kita mempercayai Tuhan, semakin dekat kita mengenal-Nya.

Iman itu percaya kepada jalan Tuhan, walaupun kita tidak mengertinya. JALAN TUHAN KADANG-KADANG BELUM TENTU NYAMAN (NUH DITERTAWAKAN ORANG-ORANG SEBANGSANYA WAKTU DISURUH TUHAN MEMBUAT BAHTERA DI ATAS GUNUNG).

Iman itu percaya walaupun belum melihat. Iman itu adalah mempercayai Tuhan sekalipun kita tidak mengerti jalan-Nya (baca Yohanes 13:6-7). 

Orang yang tidak percaya berkata : aku percaya kalau sudah melihat, tetapi orang beriman akan berkata : sekalipun aku tidak melihat, aku percaya (Yohanes 20:29). Percaya dulu baru melihat kemuliaan Allah (Yohanes 11:39-40)

TUHAN TIDAK TERLALU CEPAT, TIDAK TERLALU LAMBAT, TUHAN ITU TEPAT. Nuh percaya bahwa bahtera yang disuruh Allah untuk dibuat akan menyelamatkan dia dan seluruh keluarganya (Ibrani 11:7) 

4. Bergaul dengan Allah = berjalan dengan Allah

Genesis 6:9 These are the generations of Noah: Noah was a just man and perfect in his generations, and Noah walked with God.

Seorang gembala akan selalu berjalan di depan domba-dombanya. Demikian pun dengan Tuhan Yesus, sebagai Gembala Agung, Dia akan selalu menuntun domba-domba-Nya yaitu kita (Yohanes 10:4, 16).

Dalam kehidupan di dunia ini, terlalu berbahaya jika kita hidup sendiri tanpa Tuhan karena iblis selalu berusaha menghancurkan hidup kita (Yohanes 10:10a).

Pada waktu Musa memimpin bangsa Israel, ia menyadari bahwa berjalan tanpa Allah tidak akan ada gunanya (Yeremia 2:6).

Bergaul dengan Allah artinya berjalan dengan Allah. Allah sendiri yang akan berjalan di depan kita untuk menuntun hidup kita (Ulangan 31:8).

Pada waktu bangsa Israel berada di padang gurun, mereka berjalan berdasarkan tuntunan Tuhan melalui tiang awan dan tiang api (Bilangan 9:17, 22). Hari-hari ini terlalu berbahaya jika kita berjalan tanpa menyertakan Tuhan (Keluaran 33:15)

Hari-hari ini bukanlah sesuatu yang mudah karena hari-hari ini sepertinya pada waktu zaman Nuh (Matius 24:37-39).

Kita harus mengijinkan Tuhan berjalan di depan kita karena Tuhan adalah sang penerobos (Mikha 2:13). Kita harus menjadikan Tuhan nahkoda dalam hidup kita. Kita harus mengikuti rencana Tuhan bagi hidup kita karena rencana Tuhan pasti selalu yang terbaik untuk hidup kita (Yeremia 29:11, Yesaya 55:8)

Berjalan seirama dengan Tuhan artinya menurut caranya Tuhan dan waktunya Tuhan. Pekerjaan Tuhan dilakukan dengan caranya Tuhan

Jawaban Tuhan atas doa-doa kita:

  1. No (Bilangan 14:44–45)
  2. Not yet (Matius 15:23-28)
  3. Not quite (I Samuel 8:6-7)
  4. Yes (1 Samuel 1:17-20)

Di masa pandemi Covid 19, akan ada sebuah perbedaan yang kita dapatkkan jika kita berjalan dengan Tuhan dan berjalan berdasarkan maunya kita sendiri.

Lukas 5:4-8 Hasil dari Petrus menangkap ikan karena maunya sendiri, berbeda dengan karena maunya Tuhan. Ketika Petrus menangkap ikan karena maunya sendiri, maka semalam-malaman ia tidak mendapat ikan, tetapi ketika disuruh oleh Tuhan, maka Ia mendapat banyak ikan hingga perahu hampir tenggelam. Sekalipun tempatnya sama, alat yang digunakan sama, orangnya sama, tetapi jika Tuhan yang berfirman, maka Firman-Nya tidak pernah gagal, Firman-Nya akan berhasil dari apa yang disuruhkan kepadanya.

Berjalan bersama Tuhan berbeda dengan berjalan sendiri. Berjalan bersama Tuhan, maka kita akan cakap menanggung segala perkara, karena Dia yang memberi kekuatan kepada kita (Filipi 4:13)

Arti bergaul dengan Allah?

  1. Memiliki hubungan pribadi denganNya (Nuh menerima rencana Allah.
    Dapat mengenal suara dan mengerti kehendak; rencana-Nya (Yohanes 10:14)
  2. Menjadi sahabat bagi Tuhan : (Nuh membuat bahtera tepat spt diperintahkan)
    • Mencintai Dia lebih dari segalanya (Yohanes 15:13)
    • Melakukan apa yang diperintahkanNya (Yohanes 15:14)
    • Mengerti apa yang dilakukan /rencana Bapa (Yohanes 15:15)
    • Mengetahui rahasia Kerajaan Allah (Lukas 8:10)
  3. Percaya kepada Tuhan (Nuh dengan imam mempersiapkan bahtera, Ibrani 11:7)
    • Percaya walau belum mengerti  (Yohanes 11:7)
    • Percaya walau tidak  melihat (Yohanes 20:29)
    • Percaya akan melihat kemuliaan-Nya (Yohanes 11:40)
  4. Berjalan dengan Tuhan (Nuh masuk dalam bahtera)
    • Mengikuti irama / Langkah / God’s speed (Lukas 5:4)
    • Mengikuti jalan / cara Tuhan  (Yohanes 21:6)
    • Mengikuti waktu Tuhan (Yohanes 2 : 4)

Berjalan dengan Tuhan dan tanpa Tuhan itu berbeda (Keluaran 33:16)