Pelayanan Ibadah Minggu Rev Richard William

Puji Tuhan ! Pada tanggal 17 November 2019 jemaat GDS ditambahkan berkat yang luar biasa, yaitu melalui kedatangan Rev Richard William di GDS pada ibadah minggu. Beliau memberikan pewahyuan mengenai "Mengalami Berkat-Berkat Abraham".

Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. Di dalam Kristus kita semua terhitung sebagai orang-orang yang berhak menerima berkat-berkat Abraham.

Apa itu berkat Abraham? Roma 4 : 13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Sebagai keturunan Abraham, kita juga menerima janji berkat untuk memiliki dunia, dengan kata lain berkat Abraham yang kita terima adalah DOMINIAN/PENGUASAAN! Berkat Abraham memampukan kita untuk mendominasi atau menguasai, artinya kita mengambil kembali apa yang dulu menjadi milik kita; kesembuhan, berkat, kemurahan/ perkenanan. Tuhan tidak mau kita hanya sekedar merasa baik saja, tetapi Dia menghendaki agar kita lebih dari pemenang (overcomers), bahwa kita adalah saksi Kristus, pembuat mujizat, penerobos, dan KITALAH YANG MEMEGANG KENDALI ATAS HIDUP KITA, MEMBUAT KEPUTUSAN TERHADAP LINGKUNGAN, BAHKAN MENGARAHKAN BANGSA DAN NEGARA KITA.

Karena dominion/ penguasaan ada di dalam hati dan tangan kita, maka kitalah yang membuat keputusan dan perubahan atas segala situasi dan keadaan yang kita hadapi, bahkan setiap area atau wilayah tertentu yang kita masuki. Itu sebabnya, kita harus mengubah mentalitas kita, bahwa kita adalah orang-orang yang diberkati, dan penuh otoritas, sehingga apa saja yang kita doakan dan deklarasikan dengan iman akan terjadi dan tergenapi.

Jika Bapa di Surga adalah sumber kehidupan kita, maka jangan fokus kepada manusia yang terbatas. Kita diciptakan untuk menguasai dan mendominasi! Penguasaan artinya kita yang memegang kendali atas segala sesuatu, karena kita adalab PEMĪLIK. Kemanapun kita diutus Tuhan, kitalah yang menguasai tempat wilayah tersebut. Kita tidak akan kalah, kita akan selalu berkemenangan, karena Bapa kita telah menang atas segala sesuatu.

Kejadian 12 :3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat dan engkau akan menjadi berkat. Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa melalui Abraham dan keluarganya seluruh kamu dibumi akan mendapat berkat. Karena keluarga Adam kutuk dialami semua keturunan, maka Tuhan membangkitkan keluarga Abraham supaya semua generasi mengalami berkat Tuhan.

Roma 4:9 Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

Kata "ucapan bahagia" dalam bahasa inggris dipakai kata "BLESSEDNESS" artinya kondisi terberkati, hal ini berbeda dengan "blessed" diberkati. Perbedaannya adalah blessed artinya kita diberkati, segala sesuatu dalam hidup kita diberkati Tuhan, sedangkan kondisi terberkati (blessedness) berkat yang kita alami menjadi dampak dan berkat bagi situasi kondisi, dan keadaan dimana kita berada; apa yang kita sentuh Tuhan sentuh, apapun yang kita ucapkan Tuhan lakukan, kemanapun kita pergi Tuhan pun pergi, sehingga dimanapun kita ada di situpun berkat Tuhan dinyatakan.
RevRichard9

Pujian badah Minggu GDS dipimpin Ps Samuel Bernard

RevRichard8

Atmosfir pujian dan penyembahan Ibadah GDS

RevRichard7

Pujian penyembahan pada Ibadah Minggu 17 November 2019

RevRichard6

Kesaksian Ibadah Anak GDS pada Ibadah Minggu

RevRichard5

Bapak Gembala saat memberikan sambutan bagi Rev Richard William

Jika hidup kita ada blessedness maka kita harus menjaga ucapan/perkataan kita, jangan cepat marah atau mengucapkan hal-hal buruk, kita harus mengucapkan berkat, kesembuhan, mujizat maupun kehidupan dan kebangkitan karena kuasa Tuhan ada di dalam kita. Kita dapat menghentikan atau mengijinkan segala sesuatu dalam hidup kita. KITA MEMBAWA STATUS TERBERKATI.

Roma 5: 12 (baca) Karena satu orang maka dosa telah masuk ke dalam dunia, namun oleh satu orang kebenaranpun masuk ke dalam dunia. Alkitab menjelaskan karena Abraham percaya, maka kebenaran diberikan kepadanya. Konsep kebenaran ini sangat sulit dimengerti oleh kemampuan manusiawi kita.

Tuhan memberikan kepada Abraham Covenant/perjanjian dari surga (diilustrasikan seperti credit card) dimana Bapa sendiri berjanji bahwa apabila Kristus akan datang, maka la membayar lunas segala sesuatu. Sekalipun mungkin Abraham berpikir dari dimensi bumi ini bagaimana hal itu akan terjadi, namun apa yang Tuhan nyatakan kepadanya dari dimensi Surga sebenarnya sudah terjadi. Karena di dalam dimensi surga tidak ada waktu, masa depan adalah sekarang atau masa kini.Apapun yang akan terjadi tahun-tahun ke depan kita sudah memiliki covenant sebagai jaminan untuk memperolehnya sekarang juga.

Pada waktu Tuhan Yesus di bumi, Dia menyembuhkan orang sakit, membuat mujizat, membangkitkan orang mati, dengan kuasa darah-Nya, Tuhan Yesus melakukan itu dalam dimensi surgawi, dimana saat Dia melalukannya, di saat itu juga Tuhan Yesus sudah menyelesaikan segala sesuatu di salib. Dalam dimensi surga tidak dibatasi waktu, karena Tuhan Yesus sendirilah adalah waktu itu, Dia adalah Alpha (yang awal) dan Omega (yang akhir).

Kejadian 15:8 (baca) Abraham bertanya kepada Tuhan dari mana dia tahu bahwa dia akan menggenapi semua janji Tuhan. Maka Tuhan menyuruh Abraham mempersembahkan korban sebagai tanda perjanjian, sejak saat itu Tuhan membuat covenant/ perjanjían dari surga dengan Abraham. Waktu covenant itu terjadi maka Ábraham tahu bahwa itu adalah hal yang pasti hingga keturunannya pun tidak terlepas dari covenant ini. Dalam Perjanjin Baru, jaminan dari covenant Tuhan ditandai melalui perjamuan kudus yang kita lakukan, setiap kali kita makan roti dan minum anggur, kita mengingatkan Tuhan tentang covenant-Nya kepada kita, sehingga Tuhan melakukan apa yang telah la janjikan.

Matius 3: 14 - 15 Tuhan Yesus berkata kepada Yohanes Pembaptis untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan untuk membaptis Tuhan Yesus, yaitu melakukan kebenaran untuk menggenapi kehendak Tuhan, pada waktu Yohanes Pembaptis merasa tidak layak untuk membaptis Tuhan Yesus. Tuhan menghendaki kita melakukan kebenaran dan taat kepada kehendak Tuhan, karena itulah KEBENARAN.

Kebenaran dari perspective waktu adalah Tuhan menaruh/ menarik apa yang asa tiepan kepada masa kini/sekarang. Ulangan 9 : 4 Tuhan memperingatkan kita, supaya kita tidakmenad arogan untuk hidup berdasarkan kebenaran-kebenaran berdasarkan kita sendiri, sehingga kita cenderung menjadi seorang yang AGAMAW (religious). Doa dan puasa kita tidak menolong surga, karena di surga segala sesuatu sudah sempurna, doa dan puasa sebenarnya menolong kita untuk menyelaraskan diri kita dengan surga, sehingga kehendak-Ny cerjadi di bumi di dalam dan melalui kita.

Tuhan menaruh kebenaran masa depan ke masa kini dalam diri kita, supaya kita bisa menjadi pewaris dunia ini. Kebearan karena Hukum Taurat harus diusahakan/dilakukan, tetapi kebenaran karena iman ditempatkan di dalam kita, karena kita ini Perjanjian Baru. Kebenaran karena iman melekat dalam kehidupan kita, itu sebabnya kta harus mengubahkan mentalitas kita. Galatia 3:3 Jika kita sudah mulai dengan Roh jangan mengakhiri dengan daging. TETAPLAH DI DALAM ROH.

Apa yang terjadi di dalam alam roh? Ada lima dari tujuh hal yang terjadi di dalam alam roh dalam surat Kolose dan surat Efesus ada kata-kata yang ditulis berulang kali itulah kata "bersama" (together) mati bersama Kristus, bangkit bersama Kristus, kita didudukan bersama Kristus, kita tersembunyi bersama Kristus, bahkan dinyatakan bersama dengan Kristus. Setiap hari pilihan itu diberikan kepada kita untuk memilih yang benar atau yang salah, namun jika kita bersama dengan Kristus, kita akan memilih apa yang benar dan apa yang menjadi kehendak Allah. Kita sudah menjadi imam dan raja, kita setiap hari memiliki dominasi. Tujuan kita bukan untuk menjadi terkenal tetapi menjadi pribadi yang memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, dan mengalami manifestasi kuasa Roh Kudus. Jika kita bersama dengan Kristus, hal itu berarti kita juga sudah didudukan bersama-sama dengan Kristus di surga Efesus 1:3 (baca). Roh kita sebenarnya sudah bersama-sama dengan Kristus di surga, itu sebabnya jangan biarkan jiwa dan tubuh kita menarik kita ke bawah, tetapi biarlah roh kita memposisikan dengan Kristus. Karena Kristus kita bisa masuk ke dalam Tabut Kemuliaan Tuhan. Doa Bapa kami yang Tuhan Yesus ajarkan sebenarnya adalah kemah suci/tabernakel Musa yang dibalik. Mengapa? Karena di kemah suci setiap kali seseorang datang, dia datang sebagai orang yang seorang berdosa, dan datang ke mezbah korban, namun di dalam Kristus kita tidak perlu lagi datang melalui mezbah korban. Doa Bapa kami menjelaskan bahwa ketika kita berdoa kita tidak datang sebagai seorang berdosa, tetapi sebagai ANAK karena kita memanggil Allah sebagai BAPA kami yang di surga. Kita tidak mulai di luar (halaman), tetapi kita mulai dari dalam (Ruang Maha Kudus) ke luar. Kita mulai bukan dari orang berdosa, tetapi dari anak.
RevRichard3

Rev Richard William saat berkhotbah mengenai berkat Abraham

RevRichard7

Suasana ruangan ibadah saat firman diberitakan

RevRichard2

Jemaat saat meresponi firman Tuhan

RevRichard1

Jemaat saat meresponi firman Tuhan

Kita harus menghasilkan buah-buah kebenaran Filipi 1:11 cara menghasilkan buah adalah tinggal dan melekat, maka kita akan berbuah. Jika Tuhan sudah membawa kita ke GDS maka kita harus tinggal dan melekat supaya kita menghasilkan buah-buah kebenaran, karena GDS / gereja adalah keluarga! Kita tidak bisa pergi meninggalkan keluarga kita begitu saja, karena sama seperti keluarga pada umumnya, dalam gereja pun kita teridentifikasi bersama anggota tubuh kristus sebagai satu kesatuan, apapun pergumulan yang kita alami, kita di dalam sistem pendewasaan dan pertumbuhan untuk menghasilkan buah-buah kebenaran.

Selama kita tinggal, setia dan taat, maka buah-buah kebenaran itu akan muncul di dalam diri kita. Kesetian kita akan dibuktikan di dalam waktu, dan hal itu menghasilkan hidup yang luar biasa. Alkitab menyebutkan kita sebagai "palm tree" (orang benar bertunas seperti pohon Ara -Mazmur 92 :12) artinya akar kita lebih kuat dan dalam dari pada pohonnya. apa yang ada di dalam lebih hebat dari yang tanpak di luar. Jangan kuatir untuk apa yang kelihatan di luar, tetapi bangun terus apa yang ada di dalam, sehingga hidup kita tidak tergoncangkan, dan tidak goyah di dalam Kristus. Amin!

Berkat Abraham yang terakhir Kejadian 22 :17 (baca) keturunan kita akan menduduki pintu gerbang musuh-musuhnya, runya musuh-musuhnya tidak dapat menaklukannya. Sebagi keturunan Abraham di dalam Kristus kita telah mengalami envenangan yang sejati, tinya jika kita menang, itu artinya kita benar-benar menang, namun jika kita kalah, hal itu juga berarti kita tetap menang! Di dalam Kristus, bahkan kekalahan kitapun sebenarnya adalah kemenangan yang tertunda arena Bapa sudah sediakan kemenangan yang jauh lebih besar.

Daud punya rahasia kemenangan yang besar karena Daud senantiasa mengindentifikasikan dirinya dengan kebenaran Tuhan. menghendaki agar kita hidup dalam kebenaran-Nya supaya kita mengalami kemuliaan dan memenangkan jiwa-jiwa, dan menjadi berlat bagi bangia-bangsa. Amin!