MENGASIHI TUHAN DENGAN SEGENAP HATI

Ps Debora Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 18 April 2021

Pembacaan Alkitab : Markus 12 : 30 – 31

Tuhan Yesus menyimpulkan semua perintah dan hukum di dalam alkitab dengan dua hal yang sangat mendasar, itulah perintah untuk mengasihi; Kasihilah Tuhan Allah mu dengan seganap hati, segenap jiwa, ssegenap akal budi, kekuatan dan kasihilah sesamamu.

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan SEGENAP! artinya seluruhnya atau sepenuhnya. Sekarang bukan lagi saatnya kita hidup dengan setengah hati, atau setengah sadar secara rohani, tetapi dengan sungguh-sungguh, dan segenap hati untuk Tuhan.
Mengasihi Tuhan harus dimulai dengan segenap hati karena hati adalah sumber kehidupan, dari hati kitalah terpancar seluruh kehidupan, setelah baru kita mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Jika kita mengasihi Tuhan dengan keempat hal ini, maka kasih kepada Tuhan terpancar dari hidup kita.

Apakah kita sudah beribadah dengan memiliki kerinduan dalam hati kita? Atau hanya menjalankan sebuah kewajiban dan kebiasaan sebagai orang beragama?

Kita harus beribadah, menyembah, dan melayani Tuhan dengan segenap hidup kita, dengan cara milikilah kerinduan yang besar setiap kali kita beribadah dan mencari Tuhan. Karena jika hati kita fokus kepada Tuhan ketika kita beribadah dan menyembah Tuhan, maka semua beban dan permasalahan kita akan hilang. Kasihilah Tuhan dengan segenap hidup kita, maka seluruh kehidupan kita akan berubah.

Amsal 4 : 23 Hati kita adalah sumber kehidupan, itu sebabnya jagalah hati! Hati adalah roh manusia, dan di dalam hati kita terdapat pikiran-pikiran. 1 Samuel 16 : 7 manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Bagi Tuhan, hal yang sangat penting dan berharga dari hidup kita adalah HATI! Karena pada waktu Tuhan mencari hal pertama yang Tuhan lihat adalah hati, bukan skill, kemampuan dan telenta kita.
Markus 7 : 21 – 23 Alkitab menjelaskan bahwa dari dalam hati seseorang juga timbul segala pikiran yang jahat, itulah sebabnya kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan. Seseorang jatuh ke dalam dosa dan melakukan kejahatan tidak terjadi seketika, tetapi hal itu dimulai dari dalam hatinya, sebaliknya jika hati seseorang itu baik, maka semua yang dilakukanya adalah perbuatan yang baik. Apa yang terpancar dari diri kita (perbuatan maupun perkataan) berasal dari perbendaharaan hatinya.
Kejadian 8 : 21 Hati manusia pada hakektanya jahat, itulah sebabnya hati jahat seseorang dimulai sejak masa kecil, karena sesungguhnya sejak di dalam kandungan ibu dan dilahirkan, manusia itu telah berdosa. Alkitab menjelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang benar, dan tidak ada seorang yang mencari Allah, karena pada hakekatnya manusia telah berdosa. Tetapi syukur kepada Allah, oleh Kristus kita telah ditebus, diselamatkan dan dibenarkan.

Matius 9 : 4 Tuhan Yesus mengetahui dan menegur ahli-ahli Taurat karena mereka memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatinya.

Lukas 24 : 38 Dalam hati kita bisa timbul keragu-raguan dan ketidak percayaan.

Matius 24 : 48 Seseorang yang jahat selalu berkata-kata di dalam hatinya. Kejahatan yang dilakukan berasal dari pikiran-pikiran yang jahat dalam diri seseorang.

Matius 5 : 28 Jika timbul keinginan dalam hati seseorang untuk melakukan dosa berzinah, maka sesungguhnya orang tu tekah berdosa dan jatuh dalam perzinahan.

Tuhan sedang membawa kita masuk ke dalam tingkat kekudusan yang lebih lagi, hidup dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan lebih dalam lagi. Bukan di depan mata, tetapi dimulai dari dalam hati kita.

Bagaimana hati kita bisa diubakan?

1. Perkataan kita akan mengubahkan hati kita

Roma 10 : 9 – 10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Sama seperti keselamatan yang kita terima melalui perkataan dan percaya dalam hati, demikianpun cara kita mengubah hati kita, dimulai dengan mengucapkan firman Tuhan dengan mulut kita. Karena firman Tuhan yang dideklarasikan dan diucapkan dengan mulut kita akan mengubahkan hati kita.

Matius 12 : 34; Lukas 6 : 45 Ubahkan hati kita melalui apa yang kita ucapkan. Jika apa yang keluar dari perbendaharaan hati, maka kita harus masukan semua hal yang benar dan baik (itulah firman Tuhan) ke dalam perbendaharaan hati kita. Firman yang diucapkan dan dideklarasikan bukan hanya dalam doa saja, tetapi juga ketika kita sedang memuji dan menyembah Tuhan. Karena pujian dan penyembahan yang kita nyanyikan berasal dari firman Tuhan. Dan apa kita nyanyikan dan deklarasikan, hal itulah yang akan terjadi dalam hidup kita.

Jika ucapan-ucapan dari mulut mengubahkan hati kita! maka kita juga harus berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan, jangan ucapkan hal-hal yang buruk ataupun kutuk kepada diri sendiri, ataupun kepada situasi kita, karena hal itupun yang akan menimpa kita. Melalui ucapan yang jahat hati orangpun bisa terluka! Perkatakakan hal yang benar dan yang Tuhan kehendaki

2. Percaya kepada Tuhan

Yohanes 14 : 1 Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana kita menang terhadap gelisah, kuaitr, cemas, ketidak pastian, kebingungan ataupun gejolak dalam hati kita, dengan PERCAYA KEPADA TUHAN! Percaya saja maka percepatan akan terjadi. Sesuatu yang dari Tuhan, seringkali tidak dapat kita pikirkan dengan logika, itu sebabnya percaya saja, maka pikiran perasan kita akan mendukung, karena Tuhan memberikan hikmat bagi kita untuk mengerjakannya.

Kita tidak percaya kepada manusia yang bisa berubah, tetapi kita percaya kepada Tuhan dan firman-Nya yang tidak pernah berubah, dan pasti!

Lukas 24 : 25 Betapa lambannya hati seserang karena kebodohan (secara rohani) sehingga dia tidak percaya kepada firman Tuhan. itu sebabnya, orang yang tidak percaya kepada Tuhan tidak akan pernah mengerti hal-hal yang rohani.

Markus 11 : 23 Apa yang kita percaya dan ucapkan sesuai dengan firman Tuhan pasti akan terjadi, sehingga tidak ada lagi kebimbangan di hati kita. Percaya itu dimulai ketika firman Tuhan diucapkan atau diperkatakan melalui mulut kita, maka firman itu akan mengubahkan hati kita.

3. Memiliki Pikiran yang benar

Filip 4 : 8 Inilah pikiran yang Tuhan kehendaki, namun jika pikiran-pikiran kita diluar dari kebenaran, maka kita harus mengoreksi diri kita. Pikiran kita tidak boleh dibiarkan melalang buana sendiri. Karena jika kita biarkan, maka pikiran yang tidak benar itu akan berkembang, iblis akan masuk seihngga kita akan jatuh ke dalam dosa. Pikiran kita harus punya filter/ penyaring, itulah firman Tuhan!

Jika ada pikiran negatif dan menentang firman Tuhan yang melintas dalam pikiran kita, ingatlah bahwa hal itu bukan berasal dari Tuhan tetapi dari iblis dan roh jahat, oleh sebab itu kita harus menawan setiap pikiran-pikiran yang negatif itu. Kita punya kuasa untuk menang atas pikiran yang jahat. Firman Tuhan dan Pribadi Roh Kudus di dalam diri kita akan membantu kita untuk membedakan apa yang benar dan yang salah, sehingga pikiran kita benar.

Pikiran-pikiran yang lain, yang bukan berasal dari Tuhan di dalam hati kita harus selalu dikekang, jangan dibiarkan. Jika kita ingin mengasihi Tuhan dengan segenap hidup kita, maka jangan ada area yang masih gelap dalam hidup kita. Kita harus terus menerus dibaharui oleh Tuhan.

Efesus 6 : 5 – 8 Pikiran-pikiran kita juga harus tunduk kepada otoritas rohani, baik di rumah maupun di gereja. Ketaatan dan penundukan diri kita kepada Tuhan ditunjukan melalui ketaatan dan penundukan diri kita kepada pemimpin rohani, karena apapun yang kita pikirkan dan lakukan harus segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia Kolose 3 : 23 – 24.

Tuhan dengan segenap hati, maka kita juga mampu untuk mengasihi diri kita dan orang lain Hati kita akan diubahkan waktu kita mengarahkan segenap hati kita kepada Tuhan! Jika kita mengasihi

Galatia 2 : 20 Kita hidup karena Kristus yang hidup di dalam diri kita. Ubah hati kita, dengan sangkali diri kita dan pikulah salib setiap hari, artinya kita harus mengekang setiap pikiran-pikiran dan keinginan-keinginan di dalam hati yang bukan berasal dari Tuhan, karena Tuhan Yesus dan Roh Kudus ada di dalam hati kita.

Markus 12 : 33; 1 Samuel 15 : 22 – 23 Korban adalah pengorbanan dan ketaatan kepada Tuhan, tetapi hal yang lebih dari pada itu, yang Tuhan kehendaki adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan pengertian dan kekuatan. Lebih dari perbuatan dan pengorbanan yang bisa dilihat orang lain, yang Tuhan kehendaki adalah hati kita yang mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan, karena semua yang kita lakukan dimulai dari hati hasilnya akan berbeda dan itu menyenangkan hati Tuhan. Amin!