MEMBERI DIRI DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS

Ps Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 23 Mei 2021

Pada waktu Roh Kudus dicurahkan ke atas hidup kita, Ia akan turun:

  1. Seperti air (Yohanes 7:37-39; Yehezkiel 47:1-12)
  2. Seperti api (Kisah Para Rasul 2:3-4; Matius 3:11)
  3. Seperti angin (Kisah Para Rasul 2:2; Yohanes 3:8)
  4. Seperti hujan (Hosea 6:3; Yoel 2:3)
  5. Seperti burung merpati (Matius 3:16; Lukas 3:22)
  6. Seperti minyak pengurapan (1 Samuel 16:13; Lukas 4:18)

Apakah Roh Kudus adalah air, api, angin, hujan, burung merpati, minyak pengurapan?

Roh kudus adalah seorang Pribadi (Yesaya 63:10 Yohanes 14:15-17 Efesus 4:30). Roh Kudus adalah Pribadi ketiga atau Pribadi yang dicurahkan oleh Allah Bapa dan Tuhan Yesus.

Roh Kudus memang digambarkan seperti burung merpati, tetapi Dia bukan burung merpati, Ia digambarkan seperti minyak, tetapi Dia bukan minyak, Dia adalah seorang Pribadi.

Di dalam diri setiap manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Dan yang paling utama/dalam adalah roh. Bila kita merasakan Roh Kudus seperti api, air, angin hujan dll, karena kita merasakannya di dalam roh kita, dan tubuh rohani kita mengalaminya.

Roh Kudus adalah seorang Pribadi tetapi kita tidak bisa melihat dengan mata jasmani.

Roh Kudus tinggal di dalam roh/hati

Pada waktu Roh Kudus tinggal di dalam roh/hati kita, maka yang akan kita alami adalah:

  1. Roh kudus di atas roh/hati kita, berbicara tentang pengurapan/kuasa, karunia roh
  2. Roh kudus di dalam roh/hati kita berbicara tentang Roh Kudus mengubahkan pribadi kita, mengubahkan hidup kita, memberikan kepada kita naturenya Tuhan, mengganti hidup kita yang lama dan memberikan hidup yang baru dengan nature yang baru, dengan pribadi yang baru dengan karakter-karakter yang diperbaharui yang biasa kita kenal dengan buah roh (Galatia 5:22-23). Pada waktu kita dipenuhi dengan Roh Kudus, maka kita akan mengalami kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Setelah kita pulang/selesai mengikuti pertemuan-pertemuan ibadah baik secara on-site atau online, maka pengurapan Roh Kudus harus tetap tinggal di dalam roh/hati kita.

Ada yang membedakan antara Daud dan banyak raja-raja atau nabi-nabi di Perjanjian Lama. Ketika pengurapan turun ke atas nabi-nabi, kemudian pengurapan itu pergi lagi, tetapi ketika pengurapan turun dalam hidup Daud, maka sejak saat itu pengurapan tersebut tetap tinggal di atas hidup Daud

Apabila tidak ada Roh Kudusdalam roh/hati, maka kita akan menjadi seperti menorah yang tidak ada lampunya/apinya/terangnya. Dengan kata lain kita di sebut Kristen tetapi tidak memiliki kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Tuhan rindu agar Roh Kudus tinggal di dalam roh/hati kita dan memimpin hidup kita. Oleh sebab itu, kita harus merelakan dan menyerahkan diri kita untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Untuk mengetahui dan memastikan apakah Roh Kudus tetap tinggal di dalam roh/hati kita, dapat kita perhatikan dari sikap dan tindakan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dunia ini.

Yohanes 14:26, Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu, termasuk bagaimana kita bersikap dan bertindak dengan benar dan tertib sesuai dengan ketentuan ataupun norma-norma yang ada di dunia kita.

Jika kita tidak dapat berlaku tertib dan mengendalikan diri kita dan perkataan yang kita ucapkan, maka kita sedang dikendalikan oleh sifat kedagingan kita, dan sedang berbicara dari kita sendiri. Tuhan Yesus mengatakan siapa saja yang berbicara dari dirinya sendiri, ia berasal dari iblis karena iblis berbicara dari dirinya sendiri (Yohanes 8:44).

Jika kita dipenuhi Roh Kudus, maka kita tetap akan bersukacita sekalipun ada permasalahan dan tantangan yang sedang kita alami.

Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Roh Kudus di dalam hati kita seperti sumber mata air. Ketika mengalir, mata air tersebut menjadi sungai. Pada awalnya aliran sungainya masih kecil, tetapi makin lama/jauh akan semakin besar. Demikianpun dengan aliran Roh Kudus di dalam hidup kita. Jika kita taat kepada Tuhan, maka aliran Roh Kudus akan semakin besar/dalam mengalir di dalam hidup kita, bahkan mengalir memberkati hidup orang lain (Yehezkiel 47:1-12)

Dalam kenyataan yang ada, kita menyaksikan bahwa sumber mata air bisa menjadi kering. Pada waktu mata air menjadi kering maka yang tersisa/tinggal adalah lubangnya, airnya tidak ada lagi, bekas sungainya masih ada, tetapi tidak ada airnya. Demikianpun dengan aliran Roh Kudus di dalam hidup kita. Jika kita pernah menerima aliran Roh Kudus, maka kita harus menjaganya agar tidak menjadi kering lagi.

Yohanes 14:16, Tuhan Yesus memang berjanji akan memberikan Roh Kudus untuk menyertai kita selama-lamanya. Tetapi jika kita tidak bisa menjaga aliran dan keberadaan Roh Kudus di dalam hidup kita, maka Roh Kudus tidak tinggal lagi di dalam hidup kita dan hidup kita pun menjadi kering.

Sumber dari mata air sebenarnya ada di dalam tanah yang tak terlihat oleh kita. Jadi apa yang keluar di atas yaitu mata air, sebenarnya bersumber dari dalam tanah yang tidak dapat dilihat. Sistem yang Tuhan buat di alam semesta ini sangat relevan dengan prinsip dari kebenaran firman Tuhan yang menyatakan bahwa ada sumber mata air yang tidak akan pernah kering karena berasal dari sumber yang sebenarnya yaitu dari Tuhan Yesus (Yohanes 4:13-14).

Jika sebuah mata air menjadi kering, maka yang sebenarnya terjadi adalah alirannya terputus. Tetapi jika alirannya tidak terputus, maka mata air tersebut tidak akan menjadi kering. Yang Tuhan rindukan dan terjadi di dalam hidup kita adalah aliran Roh Kudus terus mengalir di dalam hidup kita dan kita tidak pernah kering lagi.

Apa kuncinya agar kita tidak menjadi kering lagi? Kita harus memberi diri kita dipimpin olegh Roh Kudus. Galatia 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Pada waktu kita sudah mengalami Roh Kudus di dalam hidup kita, jangan padamkan roh, jangan putuskan/hentikan alirannya (1 Tesalonika 5:19).

Bagaimana untuk kita benar-benar hidup dipimpin oleh Roh Kudus?

1.Dilahirkan baru oleh Roh Kudus

Yohanes 3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Saat kita dilahirkan baru oleh Roh Kudus, maka kita akan merasakan dan mengalami pengalaman-pengalaman bersama dengan Roh Kudus (baca Yohanes 3:8).

2. Dipenuhi oleh Roh Kudus

Yohanes 7:37-39, Jika kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka kita akan dipenuhi dengan Roh Kudus dan dari hidup kita akan mengalir aliran-lairan kehidupan.

Yohanes 6:35, Tuhan Yesus adalah roti hidup, oleh sebab itu kita harus senantiasa datang kepada Tuhan. Kita harus makan setiap perkataan-perkataan Tuhan Yesus yaitu firman Tuhan. Jika kita makan dan minum dari Tuhan Yesus, maka kita tidak akan lapar dan haus lagi. Kalau kita makan yang dari Tuhan Yesus, maka kita akan berbuah dan bermultiplikasi.

Jangan makan makanan/mengikuti yang ditawarkan oleh iblis atau dunia ini (Galatia 5:17). Tetapi kita harus makan yang dari Tuhan dan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus (Galatia 5:18).

Galatia 5:16-18 (baca) Kita akan selalu mendapat dua tawaran di dunia ini; apakah hidup menurut pimpinan Roh Kudus atau mengikuti keinginan daging.

Roh Kudus penuh dengan kuasa, Dia jauh melebihi segala kuasa, melebihi segala energi, melebih segala sesuatu karena Dia menciptakan segala sesuatu. Tetapi Roh Kudus juga lemah lembut. Pada waktu Dia mulai bekerja di dalam hidup kita, maka Dia bekerja dengan naturenya yaitu kelemah lembutan, sabar, kebaikan.

Bagaimana kira merelakaan hati kita?

Galatia 5:24-25 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh

Pada waktu kita menyerahkan diri kita kepada Roh Kudus, maka kita tidak punya lagi kendali atas diri kita sendiri yang berasal dari sifat kegadingan kita, tetapi kita akan selalu mengikuti apa yang Roh Kudus katakan/ingatkan.

Jika kita merelakan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita mulai makan dari apa yang Roh Kudus ajarkan yaitu dari firman Tuhan.

Kita tidak berhenti hanya sampai batas membaca firman Tuhan saja, tetapi kita merungkan firman Tuhan setiap waktu dan tidak lagi terputus oleh keadaan. Merenungkan itu seperti mengunyah. Pada waktu mengunyah berarti kita menikmati firman Tuhan dan perkataan-perkataan Tuhan.

Yohanes 6:55, Tuhan Yesus menyatakan bahwa tubuh-Nya adalah makanan dan darah-Nya adalah minuman. Pada waktu kita mulai merenungkan perkataan-perkataan Tuhan Yesus tersebut, Roh Kudus mulai memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran dan mendapat pengertian bahwa Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63).

Jika kita ingin aliran Roh Kudus terus mengalir di dalam hidup kita, maka hati kita tidak boleh pasif, diam, suam-suam kuku dalam mengikut Tuhan. Kita harus selalu aktif merenungkan firman Tuhan dan mengikuti pimpinan Roh Kudus dalam hidup kita. Di dalam Tuhan hanya ada terang dan gelap, hanya ada hidup dipimpin oleh Roh Kudus atau hidup dipimpin oleh sifat kedagingan