LEBIH MENGASIHI TUHAN

Ps. Debora Henubau

Ringkasan khotbah Minggu, 12 September 2021

Pembacaan Alkitab : Filipi 1 : 9 – 11 

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Itu sebabnya, pada waktu kita datang beribadah, kita bukan hanya datang dengan semua kebutuhan-kebutuhan kita, tetapi ada hal yang lebih mendasar, yaitu kita datang, karena kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan hidup kita. 

Inilah kerinduan Tuhan, semoga kasih kita (sebagai anak-anak-Nya) kepada Tuhan semakin melimpah-limpah! Karena kasih Tuhan sangat berlimpah-limpah kepada kita, bahkan firman-Nya berkata; tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya. Itu sebabnya, Tuhan juga rindu supaya kita jangan memisahkan diri kita dari-Nya. 

Semoga kasih kita kepada Tuhan semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian sehingga kita dapat memilih apa yang baik, supaya kita tetap suci dan tak bercacat hari-hari terkahir ini, menjelang kedatangan Kristus.  

Menjelang kedatangan Tuhan, dunia ini sedang disesatkan dan akan semakihn disesatkan oleh roh-roh penyesat, karena itulah tanda-tanda zaman menjelang kedatangan Tuhan Yesus. Kita hanya dapat memilih yang baik dan benar, apabila kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dan hidup di dalam kebenaran-Nya. 

Apakah kita sudah mengasihi Tuhan dengan segenap hati ? Karena kasih kita kepada Tuhanlah yang akan membawa hidup kita sampai pada akhir, kita berkenan kepada Tuhan. Bukan soal pengetahuan, pengertian, uang, kesehatan, keamanan, ataupun kenyamanan.  Apabila kita belum mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka hal itu akan menjadi celah dalam hidup kita, sehingga kita akan gagal dalam mengikut Tuhan.

Jika kita menghasihi Tuhan dengan segenap hati maka, maka kita akan menghasilkan buah-buah kebenaran yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus. Di luar Kristus kita tidak dapat menghasilkan buah, karena kita hanyalah carang, tetapi Dia adalah pokoknya.

Apa Tandanya kita mengasihi Allah ?

  1. Melakukan perintah-Nya dengan senang hati. 

Yohanes 14 : 21, 31 (baca) Tuhan Yesus berkata bahwa barangsiapa yang memegang perintah-Nya dan melakukannya, Dialah yang menghasihi Tuhan. artinya bukan hanya sebagai pendengar saja, tetapi juga pelaku firman. Jika kita mengasihi Tuhan, maka dimana saja kita akan menuruti firman-Nya, dan di saat itulah Tuhan akan menyatakan diri-Nya kepada kita, sehingga kita dapat merasakan hadirat-Nya, dan Tuhan akan memberikan pentujuk supaya kita dapat melakukan kehehendak-Nya dan menggenapi rencana-Nya. 

Tuhan Yesus memberikan teladan kepada kita bahwa Dia sangat mengasihi Bapa di surga, dengan melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Bapa kepada-Nya. Selama hidup-Nya Tuhan Yesus melakukan kehendak Bapa.  

Kita bisa diserang dengan hal apapun di dunia ini yang bisa membuat kita mundur, tetapi yang akan membawa kita tetap setia sampai pada akhir, dan berkenan kepada Bapa adalah HATI YANG MENGASIHI TUHAN!

Apakah hari- hari ini kita sudah mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan melakukan firman-Nya dengan senang hati? 1 Yohanes 5 : 3 – 5 (baca) Kasih kepada Allah yaitu kita menuruti perintah-perintah-Nya, dan itu tidak berat. Seringkali kita merasa berat untuk melakukan perintah Tuhan, karena kita tidak melakukannya di dalam kasih. Kasih akan membuat kita berjuang untuk melakukan apapun, bahkan melampaui kemampuan kita. 

Karena kasih yang besar maka Bapa mengaruniakan Anak-Nya, supaya kita yang percaya diselamatkan. Bapa memberikan Anak Tunggal-Nya, maka dia memperolah kita sebagai anak-anak-Nya 

Kita harus lebih dahulu mengalami kelahiran baru (dilahirkan oleh Roh Kudus), supaya kita bisa hidup mengisihi Tuhan, dan tidak berat melakukan perintah Tuhan dalam hidup kita, karena itulah kita bisa mengalahkan dunia.

  1. Mengenal dan menjadi milik Tuhan Yesus. 

Yohanes 10 : 27 – 28 (baca) Tidak seorangpun yang bisa merebut kita dari pada Tuhan, karena kita adalah milik-Nya. Tuhan rindu untuk berbicara kepada kita, itulah sebabnya kita harus mengenal suara Tuhan. Pada waktu kita mengenal Tuhan secara pribadi, maka Tuhan akan mengenal kita sebagai mili kepunyaan-Nya.

Titus 1 : 16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik. Orang yang mengasihi Tuhan, adalah orang yang melakukan perintah-perintah-Nya. Perbuatan dan perkataan kita menunjukkan isi hati kitaJika kita mengenal Tuhan tetapi tidak melakukan perintah-Nya kita adalah pendusta 1 Yohanes 2 : 4. 

Domba-domba mengenal suara gembalanya, dan mengikutinya, demikianpun hidup kita di dalam Tuhan. 

Matius 7 : 21 – 23 (baca) Tidak semua orang yang percaya dan melayani Tuhan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.  Hanya mereka yang mengenal suara Tuhan  dan melakukan perintah-Nya, karena mereka mengasihi Tuhan, dan Tuhan mengenal mereka. 

Matius 25 : 12; Lukas 13 : 25 – 27, 30 (baca) Hal yang utama dalam hidup kita adalah Tuhan mengenal kita dan mengakui kita sebagai anak-anak-Nya, hal ini tidak bergantung dari mana kita berasal, (dari mana kita datang?) namun apakah kita mengasihi Tuhan dan menuruti firman-Nya.

  1. Hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan mengikuti kehendak Tuhan.

Galatia 5 : 19 – 21 Jika seseorang hidup yang tidak dipimpin oleh Roh, tidak melakukan kehendak Bapa, dan tidak menuruti firman-Nya, namun menuruti keinginan daging dan hawa nafsu tidak akan mendapat tempat dalam Kerajaan Surga, karena Bapa tidak mengenalnya. Firman itu jelas dan nyata! 

Kepentingan diri sendiri dan roh pemecah belah. Kenali pohon dari buahnya, segala yang datang dari Roh Kudus akan membawa kepada ketertiban dan damai sejahtera, di luar itu bukan dari Roh Kudus! 

Manusia jatuh ke dalam dosa karena mereka mengikuti kehendak iblis dan keinginannya sendiri  Kejadian 3 : 4 – 6, 12 – 13 (baca) Setelah Hawa mendengar suara iblis yang berbicara, maka timbul dari dirinya sendiri, (suara hatinya/ keinginan/ kepentingan diri sendiri/ hawa nafsu) untuk memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, mereka mulai saling menyalahkan, bahkan menyalahkan Tuhan. Dari kepentingan diri sendiri/ keinginan menjadi pemecah belah. Pada waktu seorang kehilangan “covering” atau naungan dalam dirinya, maka dia menjadi korban dan objek penderita dan mulai untuk menyalahkan siapa saja dan apa saja, hal inilah yang dialami oleh Hawa. 

Pemecah belah terjadi ketika manusia sebenarnya sedang menolak Tuhan, mereka lari dari hadirat Tuhan dan menyembunyikan diri, karena mereka berdosa. Pada waktu kita menolak Tuhan dan firman-Nya, dan tidak mau dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita sedang lari dari hadapan Tuhan dan mulai timbul roh pemecah, yang cenderung menyalahkan orang lain.

Waktu yang sisa ini jangan dipergunakan untuk keinginan manusia, tetapi gunakan untuk melakukan kehendak Allah, karena sudah cukup banyak kita lakukan untuk kehendak orang –orang yang tidak mengenal Allah  1 Petrus 4 : 2 – 3! 

  1. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati 

Yesaya 29 : 13 Kita harus mengasihi dan melayani Tuhan dari segenap hati, bukan hanya sekedar lips service. Tuhan menegur bangsa Israel karena menyembah Tuhan, tetapi hati kita menjauh dari Tuhan.

Markus 7 : 6 , 9 Jangan sampai Tuhan menegur kita karena kita munafik, kita melayani tetapi hati kita menjauh dari Tuhan. Kita mengesampingkan perintah Allah, untuk melakukan keinginan dan kehendak manusia (adat istiadat). Tuhan melihat hati kita, apakah kita mengasihi-Nya segenap hati.

Galatia 3 : 3 – 4  Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?  Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! Jika kita sudah mengasihi Tuhan 

2 Yohanes 1 : 6  Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. 

Inilah kasih kita kepada Tuhan, bahwa kita hidup menuruti firman-Ny dan melakukan kehendak-Nya. Amin