HIDUP DALAM KEMERDEKAAN SEJATI

Ps Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 22 Agustus 2021

Pembacaan Alkitab : Kisah para rasul 1 : 6 – 7

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Murid-murid bertanya maukah  Tuhan Yesus untuk memulihkan kerajaan bagi Israel, yang pada waktu itu masih dikuasai oleh kekuasaan Romawi. Murid-murid bertanya kerena belum mengerti bahwa kemerdekaan yang mereka harus alami lebih dulu adalah kemerdekaan di dalam roh, itulah kemerdekaan yang sejati, baru kemudian mengalami kemerdekaan secara jasmani (darah dan daging)

Jika seseorang merdeka secara jasmani, namun di dalam rohnya masih tunduk dikuasai dan terikat dengan kuasa kegelapan dan roh-roh jahat, maka dia tidak pernah merasakan kemerdekaan, karena roh dan jiwanya terpenjara.

Kita bersyukur bahwa dalam kemerdekaan RI kita bisa mencapai apa yang saat ini bisa kita menikmati yaitu pembangunan dan kemajuan-kemajuan fisik lainnya, namun di satu sisi kita masih melihat kemiskinanan dan ketimpangan sosial, bahkan korupsi yang merugikan banyak orang. Kemerdekaan yang sejati tidak bisa kita dapatkan dari luar saja, karena kemerdekaan yang sejati hanya diperoleh dari Tuhan yang sanggup membebaskan diri kita dari dalam. 

Yohanes 8 : 33 – 36 Kita hanya bener-bener merdeka jika bertemu dengan Tuhan Yesus, sehingga kita tidak lagi menjadi hamba dosa. Hamba dosa artinya masih tunduk dan takluk terhadap dosa, tidak memiliki kuasa untuk menang.  Jika kita masih dikuasai keinginan untuk mencuri, iri hati, kedengkian terhadap seseorang, berzinah di dalam hati, dsb berarti kita masih dikuasai dosa dan belum sepenuhnya merdeka. Roma 3 : 23  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,


Pertanyaannya bagaimana semua orang bahkan bangsa Indonesia bisa mengalami kemerdekaan yang sebenarnya? Jika mereka percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat, yang sanggup memerdekakan.

Matius 16  : 13 – 16  Pertanyaan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang Siapa diri-Nya,bukan karena Dia tidak tahu siapa sebenarnya diri-Nya, atau sekedar untuk mendapatkan pengakuan, tetapi pertanyaan Tuhan Yesus ini sebenarnya untuk kita secara pribadi, karena kemerdekaan kita ditentukan oleh pengenalan kita kepada Tuhan Yesus secara pribadi.

Banyak orang mengenal Tuhan Yesus sebagai salah satu dari para nabi,  murid-murid-Nya mengenal Tuhan Yesus sebagai guru/ rabi, tetapi Petrus mengenal Tuhan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup itulah sebabnya Petrus dan murid-murid bertanya kepada Tuhan Yesus untuk memulihkan kerajaan bagi Israel. Karena arti dari Mesias adalah Juruslamat yang memerdekakan.

Seiring waktu murid-murid berjalan dan melayani bersama Tuhan Yesus, tingkat pengenalan murid-murid berubah karena mereka melihat segaka sesuatu yang Tuhan Yesus lakukan dan nyatakan di tengah-tengah mereka; menyembuhkan orang sakit, memultiplikasi roti dan ikan, meredakan angin badai, dan gelombang, membangkitkan Lazarus dari kematian, bahkan ketika Tuhan Yesus membawa murid-murid untuk mengenal –Nya sebagai Tuhan dan Juruslamat, bahwa Dialah penggenapan dari nubuatan-nubuatan oleh para nabi sejak dahulu. 

Kemerdekaan kita ditentukan dari tingkat pengenalan kita kepada Tuhan. titu sebanya banyak orang belum dilepaskan dan dimerdekakan dari keadaan mereka, karena mereka belum mengenal Tuhan di area itu. Sejauh kita mengenal Tuhan, maka sejauh itu juga kita alami kemerdekaan.

Itu sebabnya kita harus mengenal Tuhan Yesus lebih dalam sama seperti doa rasul Paulus dalam  Filipi 3 : 10 – 11 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Matius 16 : 17 – 19 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Setiap orang harus bertemu dengan Tuhan Yesus, supaya hidupnya berubah dan tidak sama lagi. Sejak hari itu Simon bukan lagi Simon tetapi Petrus. Sama seperti Abram menjadi Abraham, Yakub diubahkan menjadi Israel, Saulus seorang pembunuh bertemu Tuhan di Damsyik, sejak saat itu hidupnya diubahkan menjadi Paulus seorang rasul yang memberitkan Injil.

Matius 27 : 51 – 53; Efesus 4 : 7 – 10 (baca) Para nabi bahkan semua orang dalam Perjanjian Lama yang menanti-nantikan Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai kebangkitan dan hidup, mereka bertemu dengan Tuhan Yesus ketika Tuhan Yesus turun dibagian bumi yang paling bawah (Seol) untuk mendeklarasikan diri-Nya, itulah sebabnya ketika Tuhan Yesus bangkit maka semua orang itupun bangkit, dan ketika Tuhan Yesus naik ke surga, Dia tidak sendirian tetapi semua orang yang telah menantikan Dia di zaman PL pun naik bersama-sama dengan Dia bagaikan awan yang mengitari (Ibrani 12 : 1) Kita alami kemerdekaan yang sejati ketika kita bertemu dengan Tuhan Yesus. Amin