DENGAN KUASA DAN PIMPINAN ROH KUDUS KITA MENGALAMI TEROBOSAN DALAM KEHIDUPAN DAN PELAYANAN

(Ringkasan Khotbah 6 Januari 2019)

Apostle DR. Daniel Henubau

Pembacaan Alkitab: 2 Samuel 5:17-20 ; Wahyu 3:7-8 ; Yesaya 45:1-3

Tahun 2019 adalah tahun terobosan. Oleh sebab itu setiap kali kita mengikuti pertemuan ibadah di tahun 2019, jangan hanya sekedar formalitas karena kita orang Kristen, tetapi karena kita rindu mencari hadirat Tuhan dan kekuatan / kuasa-Nya. Mazmur 105:4 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu. Jika kita senantiasa mencari Tuhan maka kita akan mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mengalami kasih dan kuasa Roh Kudus.

2 Samuel 5:17  Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan.

Ketika Daud diurapi menjadi raja maka musuh yaitu orang Filistin menyerang dan mengepung dia. Hal yang sama juga berlaku bagi kita ketika kita diurapi maka iblis pun akan semakin memusuhi kita.

Mengapa orang Filistin bersatu dan agresif menyerang Daud? Karena mereka iri hati terhadap Daud, mereka takut Tuhan semakin memberkati Daud. Maka sebelum Daud menjadi semakin kuat, mereka menyerbu Daud. Jika kita menjadi orang Kristen yang biasa-biasa saja maka iblis tidak merasa terancam, tetapi ketika kita menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh dan mau menjadi saksi Kristus di dunia ini, maka iblis akan berusaha menyerang hidup kita dengan berbagai cara.

Kristen bukan biasa-biasa tetapi luar biasa karena kita dilahirkan dua kali. Kita lahir di dunia secara biologis melalui orang tua kita. Ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita, maka kita pun mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus menjadi anak-anak Allah.

Untuk mengalami terobosan, maka kita harus tahu melalui pintu mana kita harus masuk. Kerajaan Allah hanya memiliki satu pintu untuk masuk dan keluar. Pintu itu adalah Tuhan Yesus Yohanes 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Sangat jelas bahwa yang pertama adalah kita mengalami keselamatan kemudian baru kita bisa keluar untuk mengalami terobosan demi terobosan dalam kehidupan dan pelayanan.

Banyak orang bicara terobosan tanpa melalui keselamatan. Padahal keselamatan adalah terobosan yang Tuhan Yesus buat dari surga ke bumi dan dilanjutkan sampai ke alam maut melalui kematian-Nya di kayu salib untuk mengalahkan iblis/ maut supaya manusia yang percaya dan menerima Dia memperoleh hidup yang kekal.

Kita yang sudah percaya dan hidup dlm persekutuan dengan Tuhan Yesus kita telah beroleh kemerdekaan dari iblis dan dosa. Tetapi kemerdekaan yang sudah kita dapatkan tersebut harus dipertahankan karena iblis selalu berusaha menyerang hidup kita, baik yang datangnya seperti singa yang mengaum (1 Petrus 5:8) maupun sebagai malaikat terang ( 2 Korintus 11:14)

2 Samuel 5:17 ”Ketika di dengar orang Filistin……..” Iblis mempunyai pasukan pengintai.. Ketika iblis mengetahui kita diberkati maka ia akan memakai orang lain yang belum maju secara rohani untuk menyerang kita dengan berbagai strategi licik termasuk isu-isu yang negatif tentang kita. Oleh sebab itu, kita harus membangun benteng pertahanan karena di bumi ini bukan hanya Tuhan saja yang bekerja, musuh pun yaitu iblis juga berkerja siang dan malam.

Dalam 2 Samuel pasal 1 – 4, berbicara tentang Daud yang naik bertahap untuk menjadi raja, ia menjadi raja hanya atas satu suku yaitu Yehuda, tetapi di pasal 5 ketika dia menjadi raja atas seluruh Israel maka iblis menyerang Daud melalui orang Filistin.

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus kita harus bertumbuh semakin kuat dan dewasa secara rohani dan iman. Kita harus kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasa-Nya. Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kita harus kuat di dalam Tuhan karena Tuhan akan membawa kita terus naik ke tingkat rohani yang lebih tinggi. Bukan lagi waktunya bagi kita untuk berputar-putar pada kelemahan kita, tetapi saatnya bagi kita untuk mengikrarkan hidup berkemenangan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Dalam 2 Samuel pasal 5 – 24, berbicara tentang Daud menjadi raja atas seluruh Israel. Pada permulaan Daud menjadi raja, ia sudah mengalami penyertaan Tuhan dalam hidupnya. 2 Samuel 5:10 Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.

Tidak ada terobosan tanpa penyertaan Tuhan karena yang menerobos adalah Tuhan yang berjalan di depan kita, sementara kita mengikuti Tuhan. Jika Tuhan yang menyertai kita, maka sekalipun ada orang yang memfitnah kita dengan berbagai cara, apapun penghalang yang akan menghalangi kita, Tuhan akan membawa kita terus naik, Tuhan akan membawa kita dari terobosan kepada terobosan yang lebih luar biasa lagi.

Tahun 2019 kita semua harus makin lama makin kuat di dalam Tuhan, makin lama makin besar kuasa Tuhan yang kita alami.

Daud tidak serta merta menjadi raja atas Israel, dia menjalaninya dari bawah. Sekalipun Daud sudah diurapi, tetapi dia belum memiliki tahta (baca 1 Samuel 16:12-13). Jika kita sudah diurapi oleh Tuhan, maka Roh Tuhan berkuasa atas hidup kita dan memampukan kita untuk menggenapi janji Tuhan.

Sekalipun Daud sudah diurapi menjadi raja, tetapi dia tetap rendah hati dan melakukan bagian yang harus ia kerjakan yaitu menjaga domba orang tuanya, membawa makanan untuk saudara-saudaranya. Terobosan akan terjadi dalam hidup dan pelayanan kita jika kita memiliki sikap yang selalu rendah hati.

Ketika Daud melihat pertempuran orang Israel dengan Goliat, dia menghadap raja Saul untuk maju menghadapi Goliat. Raja Saul meragukan kemampuan Daud bahkan saudara saudaranya meremehkan Daud.

Ketika kita akan dipakai Tuhan maka akan ada banyak orang yang kasak-kusuk dan meremehkan kita. Kita jangan mendengar orang yang kasak-kusuk, orang yang iri hati kepada kita dan juga menghina kita, tetapi kita harus mendengar yang Tuhan katakan kepada kita.

Sekalipun raja Saul dan orang lain meragukan dan meremehkannya, tetapi Daud tetap membulatkan hatinya untuk maju melawan Goliat. Dan terbukti Daud mengalahkan Goliat.

Kita jangan lari meninggalkan tugas yang sudah Tuhan percayakan kepada kita hanya karena ada suara-suara negatif dari orang lain, ada yang meragukan dan meremehkan kita. Kita harus beriman bahwa jika Tuhan sudah mengurapi kita, maka apapun yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, maka kita pasti bisa melakukannya.

Jika Tuhan sudah memberkati dan mengurapi kita, maka pasti berkat dan kuasa pengurapan itu sudah Tuhan kerjakan di surga. Tetapi hal itu tidak berarti semuanya akan berjalan dengan mulus. Kita mengalami tantangan supaya kita mengalami terobosan. Anda sudah berada dipinggir terobosan dan mujizat, oleh sebab itu jangan mundur hanya karena anda mendengar suara-suara yang negatif.

Terobosan dari Tuhan seperti air menerobos, sunami rohani. Tuhan kita menamakan diriNya Penerobos, Ia berjalan di depan kita melewati pintu gerbang maka semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. (baca Mikha 2:13).

Daud selalu setia dan bertanggungjawab terhadap hal-hal yang kecil dalam hidupnya seperti menjaga domba ayahnya, membawa makanan untuk saudara-saudaranya. Dia menjaga pengurapan yang telah ia terima dari Tuhan. Dia juga meyakini dengan pengurapan itu, dia sanggup melakukan segala hal yang Allah percayakan. Daud pun di bawa oleh Allah untuk mengalahkan serigala, singa, Goliat dan pada akhirnya menjadi raja atas seluruh Israel.

Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar”.

Kita harus setia dan bertanggungjawab dalam hal-hal kecil yang Tuhan percayakan kepada kita. Ketika kita tetap setia maka Tuhan akan membawa kita terus naik. Kita tidak angkat diri sendiri, Tuhan yang mengangkat kita. Kita tidak menjadikan diri kita anak-anak Allah, Tuhan sendiri yang menjadikan kita anak-anak Allah (baca Yohanes 15:16). Tuhan yang telah memilih kita dan mempercayakan tugas dan pelayanan di GDS. Oleh sebab itu, kita harus setia kepada hal-hal kecil yang Tuhan percayakan melalui Gembala Senior GDS. Jika kita setia maka Tuhan akan membawa kita terus naik dalam pelayanan dan terobosan yang lebih besar pasti terjadi di dalam hidup dan pelayanan kita.

2 Samuel 5:17 ”…… Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahananDaud bisa menang dan mengalami terobosan karena ada kubu pertahanan. Kubu pertahanan itulah hubungan keintiman dengan Tuhan sehingga Daud mendapat rhema dari Tuhan untuk maju menghadapi orang Filistin.

Keintiman dengan Tuhan itulah kubu pertahanan kita. Doa, firman Tuhan dan pujian penyembahan adalah kubu pertahanan kita. Persekutuan dengan Tuhan itulah kubu pertahanan kita.

Dalam dua kerajaan, ada dua perbedaan metode penyerangan. Dalam kerajaan kegelapan metodenya melalui intimidasi karena roh jahat/ iblis kerjanya selalu mengintimidasi. Iblis mengintimidasi kita melalui suara-suara negatif supaya kita menyerah/ kalah. Sedangkan dalam Kerajaan Allah metodenya adalah iman. Jika kita ingin menang maka kita harus hidup dengan iman. Jangan dengar suara intimidasi dari iblis yang datang kepada anda, tetapi anda harus terus melangkah dengan iman. Tuhan Penerobos berjalan di depan anda melawati pintu gerbang. Tuhan tidak pernah berhenti. Tuhan terus bekerja sampai anda mengalami kemenangan dan terobosan.

Daud mengalami terobosan karena dia masuk ke dalam kubu pertahanan (2 Samuel 5:17-20). Bagian lain dalam Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan menerobos melalui perantara Daud. 1 Tawarikh 14:11 Lalu majulah ia ke Baal-Perasim, dan Daud memukul mereka kalah di sana. Berkatalah Daud: “Allah telah menerobos musuhku dengan perantaraanku seperti air menerobos.” Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.

Tuhan selalu ingin bekerjasama dengan kita. Tuhan akan membuat terobosan melalui hidup kita. Dalam semua bidang kehidupan Tuhan ingin selalu bekerjasama dengan kita. Natal yang baru saja kita rayakan adalah Allah menerobos ke bumi ini karena Allah ingin kita tidak hanya diselamatkan tetapi juga dipakai oleh Tuhan memperluas KerajaanNya di bumi ini.

Kita bukan orang yang lemah tetapi kita adalah orang yang kuat karena Tuhan memilih dan memakai kita. Tuhan yang memakai kita adalah Tuhan yang empunya seluruh alam semesta ini, Dia adalah Sang Pencipta. Di  dalam Tuhan kita lebih dari pemenang (Roma 8:37). Oleh sebab itu, marilah kita masuki tahun 2019 dengan suatu kepastian, di dalam Tuhan Yesus kita lebih dari pemenang. Kalaupun ada tantangan dan masalah yang harus kita hadapi, kita percaya semua itu untuk menguji kita agar kita lebih tekun di dalam Tuhan (baca Ibrani 10:36-39). Kita harus lebih tekun lagi di dalam Tuhan karena Tuhan pasti akan menggenapi apa yang telah Ia janjikan.

Jangan ada kepahitan ketika Tuhan menegur kita melalui firman-Nya atau juga melalui orang lain. Jangan ada kepahitan ketika kita mendengar ada suara-suara yang mungkin menyakitkan bagi kita dari orang lain, kita harus mengampuninya. Oleh sebab itu, marilah kita masuki tahun 2019 dengan meninggalkan semua kepahitan di hati kita, tinggalkan masa lalu kita, dan saatnya bagi kita untuk melihat ke depan karena ada banyak terobosan dan mujizat yang akan terjadi dalam hidup kita (baca Filipi 3:12-16).

Jika kita tahu bahwa kita sudah diurapi oleh Tuhan, maka kita jangan mundur lagi. Saatnya bagi kita untuk masuk dalam kubu pertahanan dan mencari hadirat Tuhan agar kemenangan dan terobosan terjadi dalam hidup dan pelayanan kita. Amin