BERJALAN BERSAMA DENGAN TUHAN

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 2 Mei 2021

Pembacaan Alkitab : Mazmur 84:6-7

Tuhan Yesus memiliki cara, waktu dan musim untuk memanggil setiap orang

Ayat 7Apabila melintasi lembah Baka…..” Lembah baka berbicara tentang lembah air mata, kesedihan, pergumulan, situasi yang sulit. Firman Tuhan menegaskan bahwa kita yang percaya kepada Tuhan hanya melintasi lembah baka, dan tidak tinggal menetap di lembah baka.

Jika saat ini ada di antara kita yang sedang melewati lembaha baka, maka kita harus percaya bahwa Tuhan Yesus akan memperbahui kekuatan kita dan menyatakan mujizat-Nya bagi kita sehingga apa yang tidak pernah kita lihat, tidak pernah timbul di dalam hati kita, tidak pernah dengar sebelumnya, Tuhan menyediakannya bagi kita (1 Korintus 2:9).

Allah Bapa adalah pencipta. Sampai hari ini Dia masih menciptakan, masih bekerja. Tuhan Yesus berkata bahwa, Bapa-ku bekerja, dan Aku pun bekerja (Yohanes 5:17).

Pada waktu kita melintasi lembah baka/masa-masa yang sulit, Tuhan tetap bekerja untuk hidup kita, dan membuat segala sesuatunya berubah seperti yang Tuhan kehendaki.

Ketika kita melintasi lembah baka, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan diri sendiri, pikiran kita, semua pengalaman, kemampuan, pendidikan, atau hal-hal lainnya yang sebelumnya bisa kita andalkan.

Pada waktu kita melintasi lembah baka, Tuhan memberikan dua pilihan bagi kita:

  1. Bagi kita yang mengandalkan Tuhan, kita akan berjalan makin lama makin kuat (Masmur 84:8)
  2. Bagi yang tidak mengandalkan Tuhan atau mengandalkan Tuhan sebagian, akan mengalami berjalan ada kuatnya ada lemahnya.

Tuhan tidak berjanji ada kuatnya atau ada lemahnya, tetapi yang Tuhan inginkan adalah kita bertumbuh dari iman kepada iman yang semakin besar (Roma 1:17), dan dari kemulian kepada kemuliaan yang semakin besar (2 Korintus 3:18). Tuhan ingin kita berjalan makin lama makin kuat.

Ayat 7Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau ……………”

Siapa yang kita andalkan? Apa yang menjadi pegangan hidup kita?

Pada waktu kita mengandalkan Tuhan, maka kita akan mengalami kekuatan yang baru dan dibawa Tuhan untuk berjalan makin lama makin kuat.

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Marilah kepada-Ku” Ada sebagian orang yang meninggalkan/ menjauh dari Tuhan pada waktu menghadapi tantangan, padahal yang Tuhan inginkan adalah setiap kali menghadapi tantangan, kita harus berlari mendekat kepada Tuhan.

“Yang letih lesu dan berbeban berat” Orang lain tidak bisa menipu kita dengan keadaan yang dialamianya baik itu mereka yang berbeban berat dengan yang bersukacita. Jika mereka bersukacita, mereka akan bersukacita. Keadaan bisa berubah, jaman bisa berubah, bulan berganti, tetapi dalam hidupnya ada sukacita, pengharapan, kepastian, kepuasan.

“Aku akan memberika kelegaan kepadamu” Tidak ada mahluk, pribadi yang pernah mengatakan akan memberikan kelegaan kepada kita, hanya Tuhan Yesus saja yang berani mengatakannya. Jika kita mendapat kelegaan dari Tuhan Yesus, maka kita harus bersukacita dan mengucap syukur akan hal tersebut.

Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Ada banyak beban yang di pasang oleh berbagai pihak, salah satunya dipasang oleh iblis. Iblis memansang kuk dalam hidup kita dalam berbagai macam bentuk, dan cara, yaitu:

a. Kuk Dosa

Orang-orang yang memikul kuk dosa tidak bisa bersukacita, tidak bisa merasakan kelegaan. Orang-orang yang memikul kuk dosa tidak memiliki pengharapan yang pasti dalam hidupnya. Sementara kebenaran firman Tuhan mengatakan bahwa di dalam Tuhan Yesus “ya dan amin”

Jika kita memikul beban dosa, maka kuk itu akan membuat kita menderita, takut, terikat. Jika kita masih terikat dengan kuk dosa, maka kita harus datang kepada Tuhan karena Tuhan akan melepaskan kita kuk dosa dan perhambaan (baca Galatia 5:1)

b. Tuhan ingin melepaskan kita dari keangkuhan/kesombongan

Banyak di antara kita yang memikul beban yang tidak harus dipikul. Contoh beban yang seharusnya tidak harus kita pikul:

  • Nanti apa kata orang tentang saya

Kita harus menyadari bahwa orang lain tidak dapat menjamin kita masuk ke surga, tidak menyelamatkan kita, atau mengorbankan nyawanya untuk kita, hanya Tuhan Yesus yang sanggup menyelamatkan kita dan mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, memulihkan hidup kita, menyembuhkan penyakit yang kita alami. Oleh sebab itu, kita jangan terbebani dengan apa kata orang tentang diri kita, tetapi kita harus meyakini apa kata Tuhan tentang diri kita.

  • Salah melangkah

Cara Tuhan Yesus memberikan kelegaan kepada kita adalah dengan mengangkat setiap beban dalam hidup kita.

Sekaranglah waktunya kita berhenti memikul beban yang seharusnya tidak harus kita pikul. Sekaranglah waktunya kita meletakkan setiap beban dalam hidup kita kepada Tuhan Yesus karena Tuhan senantiasa membuka tangan-Nya untuk menolong kita.

Setiap kali kita datang mengikuti ibadah, kita bukan meletakkan beban kita hanya sebentar dan kembali ke rumah dengan memikul beban yang sama, tetapi kita harus benar-benar menyerahkan beban tersebut kepada Tuhan.

Tuhan ingin melepaskan kita dari beban salah melangkah yang pernah kita lakukan. Oleh sebab itu, kita harus meletakkan semua beban kita kepada Tuhan Yesus.

Di dalam Tuhan Yesus ada kepastian, dan tidak ada keragu-raguan karena Kristus adalah yang bagi semua janji Allah (2 Korintus 1:21)

Matius 11:29Pikullah kuk yang Kupasang……”

Tuhan Yesus mengatakan ada “kuk yang lain” yang Tuhan berikan kepada kita. Kuk yang lain berbicara tentang memerintah/berkuasa bersama dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memiliki pemerintahan yang tidak berakhir dan berkesudahan (baca Yesaya 9:6).

Tuhan Yesus ingin kita mengalami apa yang sudah Tuhan rencanakan dari awal penciptaan manusia yaitu berkuasa, memerintah, mengendalikan, mengatur alam semesta, dan bukan diatur oleh keadaan (baca Kejadian 1:26-28)

Matius 11:29 “……belajarlah dari pada-Ku……”

Untuk memerintah bersama dengan Tuhan Yesus, maka kita harus belajar kepada Dia (Tuhan Yesus) yang telah memerintah untuk selama-lamanya.

Belajar yang dimaksud bukan hanya mengikuti ibadah hari Minggu, mengikuti House of Peace, pertemuan rohani lainnya, tetapi setiap saat kita belajar dari Tuhan Yesus. Jika kita terus menerus belajar dari Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus akan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh/lalui (baca Mazmur 32:8-9)

Kata belajar artinya selama-lamanya. Kita adalah murid Tuhan Yesus untuk selama-lamanya. Seorang murid harus terus menerus belajar. Jika kita berhenti belajar, maka kita berhenti menjadi seorang murid, berhenti untuk maju, berhenti untuk berkembang, dan berhenti mengikuti Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus tidak pernah berhenti, Dia selalu bekerja, dan berjalan. Selama kehidupannya di bumi sebagai manusia selama 33,5 tahun, apa yang Tuhan Yesus capai cukup untuk memenuhi dari kekekalan sampai kekekalan, dari awal sampai akhir.

Jika kita tidak mengikuti Tuhan Yesus, maka kita akan mengikuti penguasa yang lain yaitu iblis yang bekerja membutakan hati dan pikiran kita yang menyebabkan kita saling bertengkar, saling membenci, kehilangan sukacita dan damai sejahtera.

Orang-orang yang maju adalah orang-orang yang tidak berhenti mengikuti Tuhan. Jika kita berhenti mengikuti Tuhan Yesus, maka hidup kita akan stagnan/tidak ada kemajuan dalam pengalaman rohani bersama dengan Tuhan Yesus. Sebaliknya jika terus menerus mengikuti Tuhan Yesus, maka kita akan mengalami sukacita, damai sejahtera, kemenangan, menceritakan berbagai pengalaman rohani bersama dengan Tuhan Yesus.

Untuk berjalan makin lama makin kuat, maka kita harus belajar dari Tuhan Yesus

1.Tuhan Yesus tahu siapa Bapa-Nya

Jika kita ingin belajar dari Tuhan Yesus, maka kita harus tahu siapa Bapa-Nya Tuhan Yesus.

Yohanes 8:37-47, Pada waktu orang-orang Yahudi berkata kepada Tuhan Yesus bahwa Abraham adalah bapanya mereka, Tuhan Yesus menjawabnya; jika Abraham adalah bapa kalian, seharusnya kalian percaya kepada-Ku, tetapi karena bapa kalian adalah iblis (ayat 44), maka kalian akan berbuat jahat dan membunuh Aku.

Iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa, sedangkan Tuhan Yesus datang untuk memberikan kehidupan dan kelimpahan (Yohanes 10:10). Bahkan Tuhan Yesus sanggup membangkitkan Lazarus dari kematian (Yohanes 11:43-44).

Lukas 2:41-52, Sejak masih anak-anak (usia 12 tahun), Tuhan Yesus sudah tahu siapa Bapa-Nya dan melakukan kehendak Allah Bapa. Oleh sebab itu, kita harus tahu siapa Bapa kita. Jika kita tahu siapa Bapa kita, maka kita pasti akan melakukan kehendak Bapa di surga, dan menyenangkan hati Tuhan Yesus, bukan menyenangkan hati orang-orang di sekitar kita.

Orang-orang di dunia berkata tentang Tuhan, Allah, pencipta, dan hal-hal lainnya. Tetapi Tuhan Yesus datang ke dunia mengajarkan tentang sebuah doa yaitu doa Bapa kami (Matius 6:9-13). Bahkan Tuhan Yesus menjanjikan bahwa di dalam nama-Nya apa saja yang kita minta kepada Allah Bapa, akan diberikan kepada kita (Matius 18:19).

2. Tuhan Yesus mengenal siapa diri-Nya

Matius 3:16-17, Setelah Tuhan Yesus di baptis, langit terbuka dan Tuhan Yesus melihat Roh Allah turun ke atas-Nya seperti seekor burung merpati, kemudian terdengar suara yang menyatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Yang paling indah yang akan membuat kita merdeka adalah pada waktu kita tahu siapa diri kita di dalam Tuhan. Hanya Tuhan Yesus yang bisa memberi tahu siapa diri kita di hadapan-Nya.

Pada waktu kita tahu siapa diri kita di hadapan Tuhan, maka kita tidak harus memikul semua beban. Kita akan mengerti bahwa kita adalah anak-anak Bapa di surga, kita duduk dan memerintah bersama dengan Tuhan Yesus.

Tuhan ingin mengubah karakter hidup kita menjadi seperti yang sudah direncankan-Nya. Pada waktu kita dilahirkan di dunia ini, kita dilahirkan dengan karakter/nature yang sudah dirusak oleh dosa (Roma 3:23; Mazmur 51:7). Tetapi ketika kita dilahirkan baru oleh Roh Kudus, maka ada perubahan di dalam roh kita, semua yang lama diambil dan diganti dengan yang baru oleh Tuhan (2 Korintus 5:17).

3. Tuhan Yesus tahu dengan jelas tujuan hidup-Nya, panggilan hidup-Nya, bahkan setiap waktu-Nya itu tepat.

Tuhan Yesus tidak pernah terlambat, Ia selalu tepat waktu. Tuhan Yesus membawa kita kepada kepastian.

Lukas 2:49, Dari masa anak-anak (12 tahun), Tuhan Yesus sudah tahu dengan pasti apa yang harus dikerjakannya yaitu mengerjakan apa yang sudah Allah Bapa tetapkan bagi hidup-Nya.

Yohanes 2:4, Tuhan Yesus tidak diatur oleh keadaan, kebutuhan, dan apa kata orang. Tuhan Yesus tahu waktu yang tepat dan terbaik. Tuhan Yesus mempunyai waktu yang tepat bagi kita

Tuhan Yesus mengetahui waktu yang tepat untuk menyelesaikan tugasnya di dunia ini (baca Yohanes 13:1; Yohanes 17:1-2).

Di dalam Tuhan Yesus selalu ada kepastian. Kita akan tahu saat dan waktunya jika kita senantiasa belajar dari Tuhan Yesus.

Yohanes 18:37, Tuhan Yesus meengetahui dengan pasti untuk apa Dia dilahirkan dan datang ke dunia ini.

Apakah kita mengetahui untuk apa kita datang ke dunia ini?

Matius 11:29 “….Aku lemah lembut dan rendah hati….

Lemah lembut dan rendah hati berbicara tentang karakter/nature.

Firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan Yesus memiliki karakter yang lemah lembut dan rendah hati:

  • Lukas 9:51-55, Yohanes dan Yakobus panas hati ketika mendapati orang-orang di Samaria tidak mau menerima Tuhan Yesus. Disebutkan bahwa Yohanes dan Yakobus berkata kepada Tuhan Yesus untuk memanggil api dari langit turun seperti yang pernah dilakukan oleh nabi Elia. Apa yang diinginkan oleh Yohanes dan Yakobus sebenarnya meminjam kuasa-Nya Tuhan tetapi memakai karakternya iblis. Tuhan Yesus menolak keinginan dari Yohanes dan Yakobus dan menegur keduanya. Yohanes dan Yakobus menerima teguran tersebut, dan terus mengikuti/belajar dari Tuhan Yesus. Dan pada akhirnya Yohanes menjadi seorang Rasul yang mengatakan bahwa Allah adalah kasih   (1 Yohanes 4:4, 16).
  • Markus 14:4, Yudas yang dipercaya Tuhan Yesus untuk mengelola uang dari hasil pelayanan tetapi sering mencuri uang tersebut. Pada suatu waktu ketika ada seorang wanita yang memecahkan minyak yang mahal harganya, Yudas menyayangkan tindakan dari wanita tersebut. Yudas menganggap hal tersebut adalah pemborosan karena minyaknya bisa dijual dan hasilnya dapat digunakan untuk mendukung pelayanan. Padahal yang ada di dalam pikiran Yudas adalah bisa mengambil/mencuri sebagian dari hasil penjualan minyak tersebut. Tuhan Yesus tetap sabar terhadap sikap dan tindakan dari Yudas yang tidak benar (mencuri uang) karena Tuhan Yesus tidak ingin satu orang pun binasa (2 Petrus 3:9).

Tuhan Yesus ingin karakter kita terus diubahkan agar kita menjadi serupa dengan Dia. Oleh sebab itu, kita harus terus menerus belajar dari Tuhan Yesus dan berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Amin