BERBAHAGIALAH ORANG YANG PERCAYA KARENA FIRMAN TUHAN PASTI TERLAKSANA

Ps Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 27 Juni 2021

Pembacaan Alkitab : Lukas 1 : 39 – 45

Hidup kita tidak ditentukan dari keadaan dan situasi yang kita alami, tetapi hidup kita ditentukan dari apa yang Tuhan firmankan, dan apa yang Tuhan sudah rancangkan bagi kita. Karena Tuhan memerintah atas hidup kita. Tuhan Yesus tetap sama, dulu, sekrarang, dan sampai selamanya, dan tidak pernah berubah! Tuhan tetap mengasihi, memelihara dan menyertai kita selama-lamanya, dan hal itu yang membuat kita tidak akan pernah goyah!

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (ayat 45) Apa yang dikatakan oleh Tuhan dalam kehidupan kita, pasti terlaksana! Itu sebabnya berbahagialah kita yang percaya kepada apa yang Tuhan firmankan!

Apa yang diucapkan Tuhan kepada kita bukanlah berita/ informasi, atau kenyataan yang kita alami, tetapi Firman-Nya. Apa bedanya? Berita/ informasi adalah apa yang terjadi sekarang, sedangkan Firman menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada, firman adalah Roh dan hidup, firman bukan sekedar suara atau tulisan, tetapi  Tuhan sendiri. Karena Tuhan Yesus adalah firman yang menjadi manusia Yohanes 1 : 14

Itu sebabnya apa yang dikatakan Tuhan dalam hidup kita? Itulah yang harus kita terima! Bukan apa yang dikatakan oramg atau sekeliling tentang diri kita.

Suara siapa yang berbicara kepada kita? pada waktu perkataan itu masuk dalam diri kita, maka perkataan itu akan mempengaruhi hati dan pikiran kita sehingga perkataan itu dimanifestasikan dalam hidup kita

Pada waktu Maria mendengar firman yang diucapkan Tuhan kepadamua, maka Maria menjadi percaya, sehingga seluruh tubuh dan kehidupannya pun mengikuti apa yang dia percaya.

Siapa atau apa yang kita dengar akan mempengaruhi keputusan dan pilihan yang kita buat, bahkan menentukan masa depan kitaPertanyaan: Siapa yang menguasai hati dan pikiranmu? Apa yang dikatakan ke dalam hidupmu?

Alkitab dan firman Tuhan yang harus it abaca harus kita renungkan dan percaya sepenuhnya, karena firman itu yang akan menguasai diri kita dan akan tergenapi dan  terlaksana dalam hidup kita. Sebaliknyajika kita merenungkan/ memeditasi kekecewaaan, ketakutan, kekuatiran, sakit hati,  kemarahan, maka hal-hal itulah yang akan yang menguasai hidup kita (perkataan/ perbuatan)

Lukas 4 : 1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Pada waktu Tuhan Yesus yang dipenuhi oleh Roh Kudus, maka sejak saat itu Tuhan Yesus senantiasa dibawa dan dipimpin oleh Roh Kudus kemanapun Dia pergi.   Siapa atau apa yang memenuhi hidup kita hari ini?  Jika kita penuh dengan ketakutan, kekecewaan, sakit hati, keputus asaan, kabar bohong (hoax) maka hal-hal itulah yang akan memimpin hidup kita.

Lukas 1 : 45 Apa yang kita percaya itulah yang akan terjadi dalam hidup kita!

Pada waktu Maria percaya pada apa yang telah difirmankan kepadanya, maka pada saaat tu juga dia telah menerimanya (dipenuhi oleh Roh Kudus  dan mengandung Tuhan Yesus), itulah sebabnya anak dalam kandungan Elisabet pun melonjak ketika menerima salam dari Maria, bahkan Elisabet dipenuhi oleh Roh Kudus!

Perkataan yang Tuhan ucapkan adalah Roh dan Hidup Yohanes 6 : 53

Roma 4 : 17 – 18 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” – di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Hanya orang yang pecaya akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan! Abaraham percaya kepada firman Tuhan, dan firman itulah yang memenuhi dan menguasai hati dan pikriannya, itu sebabnya Abraham tidak dipengaruhi oleh situasi dirinya ataupun keadaannya, dia tetap percaya sepenuhnya kepada firman Tuhan dalam hidupnya bahwa:…” Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Itu sebabnya, jika kita memiliki firman Tuhan, maka kita harus percaya dan bangkit kembali, jangan menjadi lemah, karena apa yang sudah Tuhan janjikan tidak akan diambil kembali, Firman itu akan terlaksana! Jangan renungkan apa yang bukan kita terima dari Bapa di surga, karena apa yang bukan berasal dari Bapa harus dicabut sampai kepada akar-akarnya Matius 15 : 13

Apa yang menajiskan itulah yang ada di dalam hati seseorang, karena hal itu akan keluar melalui perkatan dan perbuatan dan Itulah yang menajiskan banyak orang!

Kepada janji Tuhan, iman Abraham tidak menjadi lemah, walaupun dia mengetahui tubuhnya sangat lemah, tetapi Abraham tetap percaya dan diperkuat dalam imannya dan memuliakan Allah! HIDUP KITA DITENTUKAN OLEH FIRMAN TUHAN, bukan diri kita, bukan situasi dan kondisi, bukan keluarga, lingkungan, atau apapun. Karena kita hidup dari setiap firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah Matius 4 : 4

BANGKIT dan PERCAYA kepada FIRMAN TUHAN, maka apa yang kita percaya itulah yang akan kita alami.

Markus 9 : 22 – 24 Ayah dari seorang anak yang sakit ayan percaya kepada apa yang Tuhan Yesus katakan, itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata “tidak ada yang mustahil bagi orang percaya” maka seketika itu juga anaknya sembuh dan terlepas dari penyakit ayan.

Siapa atau apa yang kita percayai? Kebohongan atau kebenaran? Jika kita percaya kepada Tuhan, maka itulah yang akan terjadi sesuai dengan apa yang Tuhan rancangkanYeremia 29 : 11. Setiap keputusan dan janji Tuhan akan terlaksana tidak akan berubah, dan akan tetap digenapi!

Roma 4 : 20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan AllahKITA HARUS PENUH KEYAKINAN! Terhadap semua janji Allah.

Pada waktu Maria dipenuhi oleh Roh Kudus,  dia mulai bernubuat “nyanyian maria” dia tidak lagi takut akan apa yang dialaminya bahkan apa yang akan dihadapinya (hukuman dilempari batu sampai mati, jika kedapatan memiliki anak sebelum menikah), ketakutan Maria lenyap oleh karena firman Tuhan yang dia percayai!

Roma 4 : 21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Abraham penuh keyakinan percaya bahwa Tuhan berkuasa atas apa yang  dijanjikan-Nya.

Kasih karunia Allah Bapa selalu melebihi segala sesuatu, jika kita alami situasi yang sulit maka kasih karunia selalu tersedia untuk kita. Justru di dalam kelemahan, kuasa Kristus itu menjadi nyata. Di saat manusia tidak mampu, maka disitulah mujizat Tuhan akan terjadi!

Roma 5 :15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Apa yang ada di Dalam Kristus jauh lebih besar dari apapun, itulah kasih karunia Allah dan karunia yang dilimpakannya atas hidup kita. Hanya di dalam nama Tuhan Yesus kita menerima kasih karuia dan kuasa Tuhan dinyatakan.

Kristus telah menanggung dan menang atas segala sesuatu (sakit penyakit, kutuk,dosa kesulitan dsb) dari dulu, sekarang, bahkan yang akan datang.  Itulah sebabnya, ketika  kita percaya kepada Tuhan Yesus (sebagai Terang dunia, Pintu, jalan, kebenara dan hidup) kita akan alami kasih karunia sehingga hidup kita berkemenangan. Amin!