HORMATI TUHAN, HORMATI HAMBA-HAMBA-NYA

Ps. Debora Henubau

Ringkasan Khotbah 24 November 2019

Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b

“Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!”

Tuhan mau kita percaya kepada-Nya, dan juga percaya kepada hamba-hamba-Nya yang Tuhan angkat dan menerima urapan oleh Tuhan untuk menjadi otoritas rohani dia atas kita, yang Tuhan pakai untuk memberkati hidup kita. Di GDS kita memiliki Apostle Danie Henubau, Ps Dina Henubau, tim gembala, pdm dan PKS. Tuhan adalah Bapa dan kita adalah anak-anak-Nya, sebagai Bapa Tuhan mau menjaga, memberkati dan memelihara (cover) hidup kita melalui hamba-hamba Tuhan sebagai orang tua rohani kita, yang memberi arahan dan mengajarkan kepada kita kebenaran dan kehendak Tuhan.

Efesus 6 : 1 – 3 (baca) Kita harus taat dan hormati kepada orang tua di dalam Tuhan, orang tua di dalam Tuhan adalah otoritas rohani yang Tuhan berikan di atas kita, dan Tuhan mau supaya kita taat, menghormati, dan memiliki penundukan diri, karena mereka berjaga-jaga atas jiwa kita. Jika kita taat, maka selalu ada berkat yang dititipkan kepada kita, melalui pemimpin-pemimpin kita. Kolose 3 : 20, 23 – 25 ketaatan kepada pemimpin adalah bagian yang kita harus lakukan sebagai perintah Tuhan.

Daud mempunyai dua kali kesempatan untuk membunuh Saul 1 Samuel 24 : 6 – 7; 1 Samuel 26 : 9, yang pada saat itu sedang mengejarnya untuk membunuhnya, tetapi Daud tidak melakukannya. Hal itu dilakukan Daud karena roh takut akan Tuhan ada padanya, dan karena Daud sangat menghormati Saul sebagai seorang yang diurapi Tuhan.

Daud sangat menghormati Saul, bahkan dia melihat Saul sebagai bapa rohani/ ayah angkat, itu sebabnya Daud tidak membunuhnya. Daud takut akan Tuhan, dan dia melihat Saul sebagai seorang yang diurapi.

Daud mengerti prinsip rohani, sekalipun Saul ingin membunuhnya, tetapi Daud menghormati Saul, Daud sadari bahwa bukan haknya untuk menghakimi Saul sekalipun Saul berlaku jahat terhadap dia.

Keluaran 17 : 10 – 13 Yosua berperang melawan orang Amalek, sedangkan Musa berperang secara rohani, karena setiap kali Musa mengangkat tangan, Yosua dan bangsa Israel menang menghadapi Amalek, tetapi sebaliknya jika tangan Musa turun Yosua dan Israel kalah menghadapi Amalek.

Hal ini membuktikan bahwa apa yang ada dalam alam roh, itu menentukan dan berpengaruh pada alam fisik/ jasmani. Pertempuran Musa secara rohani sebenarnya jauh lebih besar dibanding apa yang Yosua dan bangsa Israel hadapi. Itulah sebabnya Harun dan Hur menopang tangan Musa untuk tetap terangkat sehingga Yosua dan Israel menang terhadap Amalek.

Tuhan menghendaki agar setiap pemimpin rohani perlu ditopang dan didukung senantiasa supaya mereka tetap kuat, karena setiap kali kita mendukung dan menopang pemimpin rohani yang Tuhan percayakan kepada kita, maka kita kita pasti akan mengalami kemenangan dan berkat yang besar melaui pelayanan mereka.

Harun dan Hur bukan hanya mengalami kemenangan bersama Yosua dan segenap bangsa Israel saja ketika mereka mendukung dan menopang Musa, namun lebih dari itu mereka juga menerima upah penghormatan, karena semua keturunan mereka menjadi keturunan yang diberkati Tuhan. anak-anak Harun menjadi imam, sedangkan anak-anak Hur menjadi orang-orang ahli untuk pembangunan kemah suci dan tabut perjanjian.

Akibat dari ketaatan, maka berkat Tuhan akan kita alami, namun bukan hanya kita, tetapi keturuanan kitapun akan diberkati, apabila kita menghormati Tuhan dan mendukung hamba-hamba Tuhan, karena itulah bagian yang kita terima sebagai upah penghormatan.

Jangan ada kritikan, karena kritik adalah manifestasi dari roh jahat (roh kritik), yang sifatnya adalah menyerang dan menjatuhkan. Bagaimana kita menghadapi pemimpin atau orang-orang tertentu yang berperilaku buruk solusinya adalah kita berdoa setiap waktu dalam roh, dan berja-jaga di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus Efesus 6 : 18.

Roh kritik seperti rantai yang membelenggu hidup (pikrian dan perasaan) kita, sehingga kita selalu merasa ada yang kurang/ negatif/ sehingga cenderung menghakimi orang lain, hal itu yang selalu menghambat seseorang untuk maju dan berkembang.

Contoh orang yang tidak menghormati Tuhan dan hamba Tuhan adalah:
2 Raja-raja 5 : 20 Gehazi mempunyai motivasi yang buruk, dia menginginkan harta yang ditawarkan oleh Naaman sebagai upah kepada Elisa ketika Naaman mengalami kesembuhan dari sakit kustanya. Gehazi sebenarnya bukan hanya abdi Elisa, tetapi dia juga adalah anak rohani yang memiliki potensi untuk menerima pengurapan Elisa.

Namun karena Gehazi berpikir bahwa Elisa segan untuk mengambil persembahan yang ditawarkan Naaman, sehingga ia mencari kesempatan untuk mengambil persembahan yang sudah ditolak oleh Elisa, maka pada saat itu juga sakit kusta Naaman ditimpakan kepadanya sebagai hukuman Tuhan. Apa yang dipikirkan Gehazi itulah yang membuat dia jatuh. Gehazi sebenarnya tidak menghormati Elisa sebagai nabi Tuhan, dengan menginginkan apa yang tidak seharusnya dia peroleh.

Matius 7 : 1 – 2 (baca) Jangan menghakimi supaya kita tidak dihakimi, ini adalah prinsip alkitab. Jika kita melihat sesuatu yang berbeda, maka jangan buru-buru dibicarakan/ dikatakan, berdoa lebih dulu sebelum mengutarakan, karena kita akan bertanggung jawab kepada Tuhan, terhadap semua perkataan kita. UKURAN YANG KAMU PAKAI, AKAN DIUKURKAN KEPADAMU.

Yohanes 12 : 48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

2 Raja-raja 2 : 23 Elisa dibuli oleh sekelompok anak-anak kecil, ketika mereka mengejek dia, maka pembelaan Tuhan pun terjadi, sekelompok anak-anak itupun dicabik-cabik oleh dua ekor beruang. Jangan menghakimi atau menjatuhakn orang yang diurapi Tuhan, karena ada pembelaan Tuhan terhadap mereka. Yang seharusnya kita lakukan adalah menunjukkan siukap menghormati dan menghargai mereka, karena kitapun akan dihormati.

Sekelompok anak-anak bukan sedang mengejek nabi Tuhan, tetapi mereka sedang mengejek PENGURAPAN TUHAN dalam diri Elisa. Jika kita menghormati urapan Tuhan dalam diri seseorang, maka kita sebenarnya menghormati Tuhan itu sendiri.

Harun dan Miryam adalah saudara sekandung dari Musa, mereka complain dan mencoba untuk melawan Musa, namun Tuhan bertindak untuk membela Musa, sehingga Harun dan Miryam ditegur oleh Tuhan. Jika Tuhan sudah memilih orang-orang yang diurapinya sebagai pemimpin rohani untuk yang mengajar, berdoa dan memberkati kita, maka kita harus penuh dengan ketaatan dan penundukan diri kepada mereka.

Roma 14 : 4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. Siapakah kita, sehingga kita sanggup menghakimi orang yang Tuhan percayakan sebagai hamba-hamba-Nya untuk melakukan kehendak Tuhan.

Roma 14 : 10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Jangan menghakimi karena pada akhirnya semua kita akan menghadap tahta pengadilan Tuhan, dan kita harus bertanggung jawab untuk semua yang kita perkatakan dan lakukan.

Efesus 6 : 18 (baca) Kita punya tanggung jawab untuk berdoa dalam roh dan berjaga-jaga dalam doa kita kepada semua orang percaya, terutama kepada pemimpin rohani yang Tuhan percayakan. Kita harus senantiasa berdoa dan berjaga-jaga karena iblis se;a;I mencari celah/ kesempatan untuk menyerang hidup kita.